Hiburan

6 Fakta Mengerikan Janur Ireng, Ilmu Hitam Paling Mematikan yang Mengawali Tragedi Sewu Dino

Janur Ireng dikenal sebagai salah satu ilmu hitam paling mematikan dalam jagat cerita Trah Pitu. Santet ini bukan sekadar kutukan biasa, melainkan senjata pemungkas yang mampu menghabisi seluruh garis keturunan dalam waktu singkat. Kekuatannya yang masif menjadikannya momok yang paling ditakuti, bahkan oleh sesama pemilik kemampuan gaib.

1. Santet Terkuat di Tanah Jawa

Di antara berbagai ilmu gaib yang dimiliki anggota Trah Pitu, Janur Ireng disepakati sebagai yang terkuat. Kekuatannya begitu besar sehingga konon hanya bisa dilepaskan sekali seumur hidup oleh pengirimnya. Begitu dilepaskan, korban dipastikan tidak akan bisa menghindar atau bertahan dari serangan gaib ini, kecuali memiliki status perlindungan khusus.

2. Membutuhkan Persetujuan Empat Anggota Trah Pitu

Karena efeknya yang sangat destruktif, santet ini tidak bisa digunakan sembarangan. Untuk mengaktifkannya, diperlukan persetujuan dari empat anggota Trah Pitu. Jika syarat ini tidak terpenuhi, ilmu hitam tersebut akan berbalik menyerang pengirimnya sendiri.

Dalam sejarahnya, Janur Ireng pertama kali dilepaskan oleh Karsa Atmojo setelah mendapat restu dari:

  • Gayatri
  • Anggodo
  • Sabdo (sebagai perwakilan keluarga Kuncoro)

3. Media Darah dan Janur

Meskipun memiliki dampak yang luar biasa, media yang digunakan dalam ritual ini tergolong sederhana namun sakral. Pengguna menggunakan janur yang ditetesi darah dari keempat anggota Trah Pitu yang setuju. Jika ritual berhasil, janur tersebut akan berubah warna menjadi hitam pekat, menandakan bahwa kutukan maut telah dilepaskan menuju sasarannya.

4. Efek Mengerikan: Tubuh Menghitam dan Melukai Diri Sendiri

Berbeda dengan santet Sewu Dino yang menyiksa korban secara perlahan, Janur Ireng bekerja seperti pembantaian massal yang instan. Jangkauannya sangat luas, menyasar siapa saja yang memiliki ikatan darah atau batin dengan target utama.

Para korban akan mengalami gejala fisik yang mengerikan, di antaranya:

  • Tubuh perlahan berubah menjadi hitam.
  • Kehilangan kesadaran dan kendali diri.
  • Dorongan kuat untuk melukai diri sendiri hingga tewas.

Salah satu bukti kekejamannya adalah kematian Arjo Kuncoro yang tewas setelah tangannya secara paksa menggorok lehernya sendiri akibat efek santet ini.

5. Misteri Keselamatan Canguksono

Meski dikenal mampu menyapu bersih satu garis keturunan, ada satu pengecualian dalam tragedi keluarga Kuncoro. Sabdo, yang memegang status sebagai Canguksono, terbukti selamat dan berada di luar jangkauan efek Janur Ireng. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Karsa Atmojo, meski penyebab pastinya masih menjadi misteri—apakah karena statusnya sebagai Canguksono atau karena ia termasuk salah satu pemberi restu santet tersebut.

6. Pemicu Lahirnya Tragedi Sewu Dino

Janur Ireng bukan hanya mengakhiri dominasi keluarga Kuncoro, tetapi juga menjadi sumbu bagi petaka berikutnya. Sabdo yang merasa dikhianati oleh Karsa Atmojo akhirnya membalas dendam dengan melepaskan santet Sewu Dino. Dampaknya, keluarga Atmojo harus menderita selama bertahun-tahun, termasuk Della Atmojo yang kerasukan Sengarturih hingga akhirnya Sri datang untuk mengakhiri lingkaran setan tersebut.