Hiburan

9 Film Hollywood Gagal di Box Office 2025, Termasuk Karya Sutradara Peraih Oscar Bong Joon Ho

Tahun 2025 menjadi saksi bisu bagi sejumlah film Hollywood yang harus menelan pil pahit kegagalan di box office, meskipun beberapa di antaranya digarap sutradara ternama atau dibintangi aktor papan atas. Fenomena ini menunjukkan bahwa popularitas bintang dan reputasi sutradara tidak selalu menjamin kesuksesan finansial.

Daftar Film Hollywood yang Gagal di Box Office 2025

Thunderbolts

Film ini berhasil meraup hampir 400 juta dollar AS (sekitar Rp 6,7 triliun) secara global. Angka tersebut memang tidak kecil, namun jumlah ini kurang dari setengah pendapatan Avengers: Endgame pada tahun 2019. Film Marvel lainnya yang rilis tahun ini, Captain America: Brave New World, menunjukkan performa sedikit lebih baik. Namun, kedua film tersebut masih berada di peringkat ke-29 dan ke-30 dalam peringkat studio, menandakan performa yang di bawah ekspektasi.

Snow White

Meskipun Lilo & Stitch dan How to Train Your Dragon sukses besar sebagai remake live-action/CGI, Snow White karya Disney menjadi pengecualian. Film ini tidak mampu mengembalikan anggaran produksinya. Snow White sendiri telah terjerat kontroversi berbulan-bulan sebelum dirilis, mulai dari keberatan atas pemilihan Rachel Zegler sebagai pemeran utama hingga pandangan politik para pemeran yang menuai kritik.

Mickey 17

Film garapan sutradara peraih Oscar, Bong Joon Ho, ini dirilis Februari 2025 namun gagal mengulang kesuksesan fenomenal Parasite. Dalam berbagai ulasan, Mickey 17 disebut sebagai “kekecewaan serius”, “benar-benar tanpa taring”, dan “film dengan krisis identitas besar”. Penonton pun sepakat dengan penilaian tersebut. Setelah kesuksesan Parasite, Warner Bros memang mengalokasikan lebih dari 100 juta dollar AS (sekitar Rp 1,6 triliun) untuk film epik fiksi ilmiah ini. Namun, bahkan dengan Robert Pattinson sebagai pemeran utama, Mickey 17 tidak memenuhi harapan studio.

After the Hunt

Dibintangi oleh Julia Roberts dan disutradarai oleh Luca Guadagnino, drama kontroversial bertema MeToo ini seharusnya bisa menjadi hit. Namun, film ini dilaporkan hanya menghasilkan kurang dari 10 juta dollar AS (sekitar Rp 167 miliar) secara global. Angka tersebut hanya setengah dari gaji Julia Roberts dan sekitar seperdelapan dari total anggaran produksi film.

I Know What You Did Last Summer

Waralaba horor remaja tahun 1990-an dan 2000-an seperti Scream dan Final Destination baru-baru ini mengalami kebangkitan yang menguntungkan. Namun, sekuel I Know What You Did Last Summer justru menghasilkan pendapatan yang relatif sedikit dibandingkan dua waralaba horor lainnya tersebut.

Christy

Film biografi tentang petinju Christy Martin ini sangat terkenal karena mengalami salah satu akhir pekan pembukaan terburuk di AS untuk film yang dirilis secara luas di bioskop. Hal ini menjadi luar biasa mengingat Sydney Sweeney, salah satu selebriti paling populer di dunia saat ini, membintangi film tersebut. Pelajaran yang bisa diambil adalah bahwa ketenaran di media sosial tidak selalu sama dengan ketenaran di dunia perfilman.

Springsteen: Deliver Me from Nowhere

Film ini berpotensi menjadi jawaban tahun ini untuk A Complete Unknown, sebuah drama tentang penyanyi-penulis lagu Amerika yang dihormati dan berfokus pada satu titik kunci dalam kariernya. Namun, terlepas dari semua potensi tersebut, penonton tidak tertarik menonton seorang bintang rock yang merana di New Jersey, memiliki kisah asmara kecil, dan merekam album lagu akustik yang tenang di kamarnya.

Elio

Film ini awalnya dikonsepkan sebagai kisah pribadi oleh Adrian Molina, salah satu sutradara Coco, yang terinspirasi oleh masa kecilnya yang kesepian di pangkalan militer. Namun, pada tahun 2024, Molina meninggalkan proyek tersebut bersama personel kunci lainnya, dan digantikan oleh dua sutradara yang berbeda. Hasilnya adalah film animasi yang tidak lagi memiliki alasan kuat untuk ada, mirip dengan dua film Disney yang gagal baru-baru ini, Strange World (2022) dan Wish (2023). Sulit untuk meringkas plot atau menjelaskan apa yang dipertaruhkan dalam film ini.

The Smashing Machine

Dibintangi oleh Dwayne Johnson dan Emily Blunt, film ini seolah menegaskan bahwa popularitas tidak selalu sejalan dengan kesuksesan film. Bahkan setelah menggandeng sutradara terkenal, Benny Safdie, film ini tidak mampu menunjukkan hasil yang sejalan dengan ekspektasi. The Smashing Machine dianggap terlalu menyedihkan, dan penonton yang menonton film Dwayne “The Rock” Johnson umumnya tidak ingin merasa sedih.