Andhara Early Ungkap Perjuangan Lawan Gangguan Kecemasan, Perceraian Jadi Titik Balik Kestabilan Mental
Selebritas Andhara Early mengungkapkan alasan di balik keputusannya mengakhiri rumah tangga yang telah dibina selama 14 tahun dengan Bugi Ramadhana. Selain perbedaan prinsip, Andhara mengakui bahwa kondisi kesehatan mentalnya menjadi salah satu faktor pendorong keputusan besar tersebut.
Andhara menceritakan, ia mengalami gangguan kecemasan pada masa pandemi Covid-19. Meski demikian, ia menduga gejala tersebut mungkin sudah dirasakan jauh sebelumnya.
“Psikolog akhirnya yang mendiagnosis bahwa ini bukan cuma sekadar fobia biasa, ini adalah sudah masuk ke kategori gangguan kecemasan,” ujar Andhara Early saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Senin (5/1/2026).
Wanita berusia 46 tahun ini menuturkan, gangguan kecemasan yang dialaminya memunculkan gejala fisik yang nyata, seperti jantung berdebar kencang hingga sesak napas. Ia juga tidak menampik bahwa masalah keluarga menjadi salah satu pemicu munculnya kecemasan tersebut.
Andhara merasa selama ini terlalu sibuk mengayomi orang lain, mulai dari adik-adiknya hingga anak-anaknya, sampai lupa membahagiakan diri sendiri. “Aku ngerasanya mungkin seumur hidupku aku banyak memberikan itu (perhatian) kepada orang lain. Jadi aku tidak kasihan sama diri sendiri,” kata Andhara.
Ia melanjutkan, “Diri sendiri ini ternyata butuh, lho, untuk diperhatikan lebih. Makanya mungkin dikasih gangguan seperti ini.”
Setelah resmi bercerai pada Oktober 2025, Andhara merasakan perubahan signifikan pada kondisi mentalnya. Ia merasa lebih lega dan stabil.
“Insya Allah (lebih stabil). Tidak bisa dipungkiri ada satu beban yang sudah terlepas dari aku. Jadi, ya, pelan-pelan aku juga lagi me-reset diri, sih, sebenarnya,” ungkap Andhara.
Kini, Andhara memilih untuk melakukan penyembuhan mandiri (self-healing) tanpa ketergantungan obat-obatan. Ia rutin melakukan teknik pernapasan dan menulis jurnal (journaling) setiap kali merasa kecemasannya mulai datang.
“Aku sudah tidak konsul lagi. Jadi, aku healing sendiri saja. Begitu aku ngerasa mulai datang anxiety-nya, kalau tidak works dengan olah napas, akhirnya aku journaling,” pungkasnya.