Aulion Sajikan Rewind Indonesia 2025: Soroti ‘Indonesia Gelap’, Bencana Sumatera, dan Tren Viral
Kreator konten Aulion kembali merilis video rangkuman tahunan Rewind Indonesia 2025. Video yang disutradarainya ini diluncurkan melalui akun Instagram pribadinya, menampilkan kompilasi lebih dari 100 tren yang mewarnai Indonesia sepanjang tahun ini.
Dalam keterangan unggahannya, Aulion menegaskan bahwa proyek ini dibuat secara independen dan murni dari rumah, tanpa dukungan sponsor. “100+ tren. 30+ kreator. Satu video. Dibuat 100% rumahan, tanpa sponsor,” tulis Aulion.
Sejumlah figur publik dan kreator ternama turut berpartisipasi dalam proyek ini, termasuk Najwa Shihab, rapper Brian Immanuel, pendakwah Felix Siauw, serta kreator konten populer seperti Medy Renaldy dan Mario Caesar. Rewind Indonesia 2025 menyoroti beragam peristiwa, mulai dari tren hiburan hingga isu sosial dan politik yang menjadi perbincangan hangat publik.
Sentilan Isu Sosial dan Politik
Aulion membuka videonya dengan adegan simbolis yang langsung menarik perhatian. Ia menampilkan nampan stainless steel berisi makanan, sebuah representasi visual dari program makan bergizi gratis yang mulai diimplementasikan pemerintah pada awal tahun 2025.
Suasana kemudian berubah drastis dengan parodi demonstrasi. Segmen ini menampilkan visual massa yang membawa poster-poster jenaka namun bernada protes, seperti “Indonesia Gelap” dan “Demi Rakyat Apa Demi Un Grr?”. Adegan ini disandingkan dengan parodi sosok pejabat yang asyik berjoget diiringi lagu “Tabola Bale”, yang sempat menjadi bagian dari penampilan upacara kemerdekaan 17 Agustus di istana.
Tak hanya itu, video ini juga menyertakan adegan seorang pria berjas yang mencampurkan bensin dengan cairan berlabel ethanol, serta gambaran kelangkaan bensin pada perusahaan swasta, memberikan sentilan terhadap isu-isu energi yang sempat mencuat.
Rangkuman Tren Viral Media Sosial
Sebagai rangkuman budaya pop, Rewind Indonesia 2025 tentu saja dipenuhi dengan berbagai tren yang menghiasi linemasa media sosial sepanjang tahun. Video ini menampilkan fenomena bocah aura farming di festival Pacu Jalur yang mendunia, parodi video TikTok populer, hingga tren olahraga seperti padel dan maraton.
Berbagai makanan dan minuman viral juga tak luput dari sorotan, seperti cokelat dubai, donat Pingkan Mambo, dan matcha yang ramai diperbincangkan. Tren dan meme internet seperti Italian brainrot anomalies, joget Velocity yang dipadukan dengan tepuk sakinah, hingga fenomena Performative Male turut dirangkum dengan gaya khas Aulion.
Nostalgia dan Referensi Dunia Film
Dunia perfilman Indonesia mendapat porsi khusus dalam Rewind kali ini. Sejumlah film yang tayang sepanjang 2025, seperti Jumbo, Pengepungan di Bukit Duri, Sore: Istri dari Masa Depan, Komang, Pabrik Gula, Pangku, Tinggal Meninggal, hingga Agak Laen: Menyala Pantiku!, semuanya masuk dalam video ini lengkap dengan isyarat-isyarat easter egg yang menggambarkan tiap-tiap film tersebut.
Salah satu segmen yang paling menonjol adalah remake dari film legendaris Ada Apa Dengan Cinta? (AADC), yang diberi judul Rangga & Cinta. Tak tanggung-tanggung, kedua pemeran utama dalam film tersebut, El Putra Sarira dan Leya Princy, turut menjadi kolaborator. Adegan ikonik “Rangga, berapa purnama lagi?” diadaptasi ke konteks kekinian, di mana Rangga yang diperankan Aulion ternyata sibuk mendaki puncak gunung dalam game Roblox di ponselnya. “Sebentar ya, tunggu saya sampai summit,” jawab Aulion sebagai Rangga.
Selain AADC, video ini juga menampilkan parodi dari berbagai poster film yang tayang sepanjang 2025, menunjukkan betapa dinamisnya industri film Tanah Air tahun ini.
Momen Refleksi dan Duka
Di tengah kemeriahan tren, Rewind Indonesia 2025 menyajikan sebuah segmen yang penuh refleksi untuk mengenang para figur yang telah berpulang. Video ini secara khusus memberikan penghormatan kepada sejumlah tokoh dari dunia hiburan yang wafat pada 2025, seperti penyanyi legendaris Titiek Puspa, musisi Gusti Irwan Wibowo, aktor senior Epy Kusnandar, komedian Mpok Alpa, dan sederet figur lainnya.
Selain itu, Aulion juga mengangkat tragedi yang menimpa Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek daring yang menjadi korban tewas terlindas kendaraan taktis Brimob. Potret mendiang Affan diletakkan di tengah figur-figur yang telah berpulang, memberikan penghormatan yang mendalam.
Pesan Solidaritas untuk Bencana Sumatera
Video ini ditutup dengan pesan yang kuat dan menyentuh. Aulion menampilkan kliping berita mengenai berbagai bencana alam yang melanda Sumatera sepanjang tahun. Momen ini diiringi dengan narasi yang menekankan pentingnya semangat “warga bantu warga” sebagai kekuatan terbesar bangsa.
Rewind Indonesia 2025 diakhiri dengan ajakan untuk berdonasi bagi para korban bencana, ditutup dengan kalimat penyejuk, “Selama hati masih peduli, Indonesia akan selalu punya harapan.”