Bimbim Slank Beberkan Kisah di Balik Larangan Lagu ‘Kamu Harus Pulang’ Sejak Konser Ancol 1997
Pentolan grup band Slank, Bimbim, mengungkapkan alasan unik di balik larangan membawakan lagu hit “Kamu Harus Pulang” dalam situasi tertentu. Larangan ini ternyata berakar dari sebuah insiden yang terjadi saat konser di Ancol pada tahun 1997 silam.
Insiden Tukar Jadwal dengan Dewa 19
Kisah ini bermula ketika Slank dijadwalkan tampil dalam acara bertajuk Super Grup. Kala itu, terjadi perubahan jadwal mendadak yang membuat Slank harus tampil lebih awal dari rencana semula karena permintaan band lain.
“Iya benar, itu Super Grup acaranya, di Ancol tahun 1997 kalau enggak salah,” kata Bimbim dalam sebuah bincang-bincang di kanal YouTube HAS Creative. Ia menjelaskan bahwa posisi Slank digeser untuk tampil sebelum Dewa 19.
“Kalau menurut panitia gitu (dimajukan jadwalnya), bahwa Dewa enggak mau duluan,” sambung penggebuk drum Slank tersebut.
Aksi Jahil yang Berujung Larangan Panitia
Perubahan jadwal tersebut rupanya memicu sisi jahil para personel Slank. Saat tampil sebelum Dewa 19, Slank justru membawakan lagu yang biasanya menjadi penutup konser mereka, yakni “Kamu Harus Pulang”.
“Kita jahil. Kita bawain lagu ‘Kamu Harus Pulang,'” ungkap Bimbim. Tak hanya membawakan lagunya, sang vokalis, Kaka, juga memberikan instruksi langsung kepada para penonton untuk membubarkan diri.
“Terus Kaka bilang ‘ya udah pulang, pulang, pulang.’ Gitu,” ujarnya mengenang momen tersebut. Akibatnya, lapangan seketika kosong karena penonton benar-benar pulang setelah Slank turun panggung, meninggalkan band berikutnya tanpa audiens yang maksimal.
Sejak peristiwa itu, pihak penyelenggara acara selalu memberikan peringatan khusus kepada Slank jika mereka tidak didapuk sebagai band penutup. “Makanya semenjak itu, kalau manggung sebelum terakhir, panitia selalu pesan ‘jangan bawain “Kamu Harus Pulang.”‘” tegas Bimbim.
Abadi dalam Film Slank Nggak Ada Matinya
Fragmen sejarah perjalanan Slank ini juga sempat diabadikan dalam film biopik Slank Nggak Ada Matinya yang dirilis pada tahun 2013. Film tersebut dibintangi oleh sejumlah aktor ternama seperti:
- Adipati Dolken
- Ricky Harun
- Ajun Perwira
- Aaron Ashah
- Deva Mahenra
Film ini merangkum perjalanan karier Slank dari masa awal hingga menjadi salah satu legenda musik di Indonesia, termasuk keterlibatan ribuan Slankers dalam proses produksinya.