
Musisi Bimbim Slank kini telah 15 tahun terbebas dari rokok, sebuah perjalanan panjang yang diakuinya penuh tantangan. Ia bahkan menyebut proses berhenti merokok sebagai pengalaman yang jauh lebih sulit dibandingkan melepaskan diri dari narkoba dan alkohol.
Bimbim mengungkapkan bahwa berhenti merokok memicu ‘mental breakdown’ yang signifikan. “Gua kan pakai semua ya, yang paling susah berhenti ngerokok. Rokok tuh mental breakdown banget,” ujar Bimbim di Has Creative, Selasa (6/1/2026).
Menurutnya, efek nikotin lebih menyerang aspek mental dibandingkan efek fisik dari zat adiktif lainnya. “Kalau narkoba kan paling apa sih, fisik ya, kita sakit perut, pusing, kedinginan. Kalau ini lebih ke mental,” tambahnya.
Enam bulan pertama menjadi periode terberat bagi Bimbim dalam upaya berhenti merokok. Ia mengakui sulit mengendalikan emosi dan bahkan sempat bertengkar dengan sang istri.
“Berantem sama istri, enggak bisa kontrol, itu sober-sober nikotin paling susah, (jadi) temperamen,” kenang Bimbim.
Dampak berhenti merokok juga terasa pada aktivitas bermusiknya. Bimbim sempat tidak bisa menyanyi dan rekaman karena kebiasaan merokok yang selalu menyertai proses kreatifnya.
“Dulu kalau rekaman tuh kan wah (sambil merokok). Begitu berhenti rokok, enggak bisa nyanyi,” tuturnya.
Untuk mengatasi kebiasaan tersebut, Bimbim bahkan harus mencari cara unik. “Akhirnya gua ambil pensil, taruh sini (antara jari), supaya bisa apa sih (muscle memory), mesti ditempelin dulu,” jelas Bimbim, menirukan gerakannya.
Keputusan Bimbim untuk berhenti merokok merupakan bagian dari resolusi tahun barunya yang konsisten. Ia selalu menetapkan target baru setelah berhasil mengatasi tantangan sebelumnya.
“Gua tuh orangnya suka gitu, setiap tahun baru ngapain ya? Tahun baru ngapain nih?” kata Bimbim sambil tertawa, menceritakan kebiasaannya.
Setelah berhasil berhenti narkoba, kemudian alkohol, rokok menjadi target berikutnya. “Berhenti apa? Narkoba. Terus berapa tahun, ngapain nih? Berhenti alkohol, terus begitu juga tahun depannya,” urai Bimbim.
Meski tidak mengingat tanggal pasti, Bimbim memperkirakan ia mulai berhenti merokok sekitar tahun 2008-2009. Kini, ia merasakan kebebasan penuh dari ketergantungan tersebut. “15 tahun, free lah. I’m free,” pungkasnya dengan nada lega.