Bimbim Ungkap Alasan Tak Saling Follow dengan Ahmad Dhani di Instagram, Beri Jawaban Diplomatis
Hubungan dua musisi legendaris Tanah Air, Bimbim Slank dan Ahmad Dhani, kembali menjadi sorotan publik. Perhatian mencuat setelah warganet menyadari bahwa keduanya tidak saling mengikuti di platform media sosial Instagram.
Topik ini terkuak dalam perbincangan santai Bimbim bersama penyiar Gofar Hilman. Awalnya, Gofar menyinggung besarnya pengaruh grup band Slank terhadap generasi musisi Indonesia, termasuk band Dewa 19.
“Iya, Ari Lasso dan Ahmad Dhani kan juga nongkrong di Potlot,” kenang Bimbim, merujuk pada era 1990-an ketika markas Slank di Potlot menjadi pusat kumpul musisi dari berbagai daerah. Pernyataan ini dikutip dari kanal YouTube HAS Creative, Senin (5/1/2025).
Menurut Bimbim, pada masa itu, hampir semua band yang mencoba peruntungan di Jakarta pasti menyempatkan diri untuk datang ke Potlot, terutama setelah Slank melejit dan menjadi fenomena nasional. “Kan waktu itu tiba-tiba Slank meledak, jadi semua anak band terinspirasi ke situ. Anak band tongkrongannya di situ,” kata Bimbim.
Namun, suasana obrolan berubah ketika Gofar Hilman secara langsung menanyakan alasan Bimbim dan Ahmad Dhani tidak saling mengikuti di media sosial. Bimbim menanggapi pertanyaan tersebut dengan santai, diselingi tawa ringan.
“Emang iya ya? Sama Lasso gue follow. Jangan tanya gue deh, tanya Dhani aja,” jawab Bimbim singkat.
Jawaban tersebut menegaskan sikap santai Bimbim dalam menanggapi dinamika hubungan personal di luar ranah musik. Meski tak saling mengikuti di media sosial, Bimbim tetap mengakui adanya sejarah panjang pertemanan dan pengaruh antar-musisi di era keemasan band-band Indonesia.
Jejak Sejarah Slank dan Dewa 19
Grup band Slank dan Dewa 19 telah menjalin hubungan panjang sejak awal dekade 1990-an. Slank, yang berdiri pada tahun 1983, menjadi fenomenal saat album pertamanya berjudul Suit-Suit… He-He (Gadis Sexy) yang rilis tahun 1990 laku keras di pasaran.
Slank yang lebih dulu mencuri perhatian publik kala itu menjadi salah satu referensi penting bagi band-band generasi berikutnya, termasuk Dewa 19 yang kemudian berkembang dengan karakter musiknya sendiri. Ahmad Dhani secara pribadi beberapa kali mengakui bahwa Slank dan Kla Project adalah dua band Indonesia yang menginspirasi Dewa 19 pada masa itu.
Meskipun di kemudian hari Slank dan Ahmad Dhani kerap berbeda pandangan—baik soal musik, industri, maupun isu lain—Bimbim menegaskan bahwa secara historis, hubungan antar-musisi di masa awal terbentuk dalam suasana kebersamaan.
Jawaban diplomatis Bimbim ini sekaligus menegaskan bahwa dinamika personal para musisi senior tidak selalu perlu dimaknai sebagai konflik terbuka, terlebih jika melihat akar sejarah panjang yang pernah mereka lalui bersama di belantika musik Indonesia.