BIP Rilis Ulang ‘Satu Nusa Satu Bangsa’, Ajak Masyarakat Rayakan 80 Tahun Kemerdekaan dengan Persatuan
Grup band legendaris BIP kembali menyapa penikmat musik Tanah Air dengan merilis ulang lagu kebangsaan “Satu Nusa Satu Bangsa“. Perilisan ini bukan tanpa alasan, melainkan sebagai momentum istimewa untuk merayakan usia Indonesia yang genap 80 tahun pada 17 Agustus 2025 lalu.
Melalui aransepsi yang lebih segar, Pay, Bongky, Indra, dan Ipang dari BIP ingin menyampaikan pesan moral mendalam tentang pentingnya kebersamaan dan persatuan sebagai satu bangsa. Mereka berharap lagu ini dapat menjadi pengingat di tengah dinamika kehidupan berbangsa.
Pesan Persatuan di Pengujung Tahun
Dalam siaran pers yang diterima pada Senin, 29 Desember 2025, BIP menegaskan kontribusi mereka. “Melalui lagu Satu Nusa Satu Bangsa , ini menjadi sedikit kontribusi kami sebagai penyejuk, pemersatu, serta upaya mengembalikan jiwa-jiwa nasionalis agar tetap solid, semangat, berpikir positif, dan bertindak rasional untuk Indonesia Raya,” ujar BIP.
Tanggal perilisan lagu yang jatuh pada 30 Desember juga memiliki makna tersendiri. Di pengujung tahun, BIP mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menutup lembaran duka masa lalu, bangkit, dan melangkah ke tahun yang baru dengan semangat persatuan Tanah Air yang kian kokoh.
Bagian dari Album Kebangsaan
Lagu “Satu Nusa Satu Bangsa” versi BIP dikemas dengan sentuhan modern tanpa menghilangkan esensi utama dari melodi dan lirik aslinya. Perilisan ini juga menjadi bagian integral dari sebuah album kebangsaan bertajuk 10 Windu Indonesia.
Proyek album ini digawangi oleh Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Founder Sinergy for Indonesia, yang bertindak sebagai eksekutif produser. Sementara itu, Pay Burman, yang juga merupakan Founder Indonesia Care Music, bertanggung jawab sebagai head produser album.
Sebagai informasi, lagu “Satu Nusa Satu Bangsa” merupakan karya cipta L. Manik pada tahun 1947. Sejak awal, lagu ini telah mengandung pesan kuat tentang persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang kaya akan keberagaman suku, budaya, dan bahasa, sekaligus menjadi ajakan untuk terus mencintai dan membela Tanah Air.