
Penyanyi Rossa menyalurkan zakat mal senilai Rp500 juta untuk membantu masyarakat terdampak bencana alam di sejumlah wilayah di Sumatera. Penyaluran dana kemanusiaan ini dilakukan melalui beberapa mitra, termasuk KitaBisa, Partner in Goodness, serta donasi langsung di lapangan.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Senin (29/12), Rossa terlihat melakukan panggilan video dengan salah satu mitra kemanusiaan yang kemudian menyambungkannya dengan korban terdampak bencana. Dalam momen tersebut, Rossa memberikan semangat dan dukungan moral kepada para korban.
“Akhir tahun 2025 ini mengajarkan kita banyak hal. Bahwa saudara itu bukan berdasarkan darah, tapi sesama manusia. Dan sebaik-baiknya harta adalah yang bermanfaat bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang lain,” tulis Rossa dalam keterangan unggahannya.
Berdasarkan laporan dari mitra kemanusiaan, bantuan Rossa digunakan untuk berbagai kebutuhan mendesak di wilayah terdampak bencana di Sumatera. Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan tenda penampungan sementara, penyediaan genset dan akses listrik darurat, serta konektivitas komunikasi melalui Starlink guna memastikan koordinasi dan akses informasi tetap berjalan.
Selain itu, zakat mal tersebut juga dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas MCK (mandi, cuci, kakus) demi menjaga kesehatan dan sanitasi para pengungsi. Rossa turut menyampaikan doa serta ucapan terima kasih kepada para relawan dan mitra kemanusiaan yang terlibat dalam penyaluran bantuan.
“Semoga Allah menggantikan semua kehilangan dengan yang lebih baik. Terima kasih teman-teman Epartners in goodness yang selalu siap dan semangat dalam perjuangan kemanusiaan. Hanya Allah yang bisa membalas tenaga dan ketulusan kalian,” lanjut Rossa.
Rossa menegaskan bahwa kepedulian sosial bukan hanya tentang donasi pribadi, melainkan gerakan bersama. Ia mengajak publik, rekan-rekannya di industri kreatif, serta para pengikutnya di media sosial untuk turut membantu para korban bencana.
“Semoga apa yang kita lakukan bersama bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak. Setiap bantuan, sekecil apa pun, sangat berarti,” demikian keterangan Rossa dalam unggahannya.
BNPB: 1.140 Korban Meninggal Dunia Akibat Banjir Sumatera
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memperbarui data korban banjir besar yang melanda tiga provinsi di Sumatera. Hingga Minggu (28/12), jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 1.140 orang, sementara 163 warga lainnya masih dinyatakan hilang.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, penambahan korban jiwa terjadi setelah tim SAR gabungan menemukan dua jasad korban di wilayah Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Utara.
“Hari ini tim SAR gabungan menemukan dua jasad korban di Bener Meriah dan Aceh Utara. Dengan demikian, total korban jiwa dari tiga provinsi terdampak menjadi 1.140 orang,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (28/12).
BNPB juga mencatat masih terdapat 163 warga yang masuk dalam daftar pencarian orang hilang. Operasi SAR terus dilakukan secara intensif, termasuk pada akhir pekan dan malam hari.
“Masih terdapat 163 nama yang dinyatakan hilang. Proses pencarian terus dilakukan tanpa henti,” kata Abdul Muhari.
Ia menjelaskan, berdasarkan evaluasi lapangan, di sejumlah titik permukiman dan pusat aktivitas warga hampir dipastikan tidak ada lagi jasad korban yang tertimbun. Meski demikian, operasi pencarian belum dihentikan dan masih difokuskan pada area yang dinilai berpotensi.
BNPB menegaskan penanganan bencana dilakukan tanpa mengenal hari libur. Pemerintah bersama seluruh unsur terkait terus mengoptimalkan upaya tanggap darurat dan percepatan pemulihan di wilayah terdampak.
Memasuki fase transisi darurat, BNPB mencatat adanya kemajuan pemulihan, khususnya pada perbaikan infrastruktur dan fasilitas publik. Di wilayah Langkahan, Aceh Utara, pembukaan dan pembersihan akses jalan dilakukan siang dan malam, termasuk pembersihan fasilitas pendidikan dan fasilitas umum.
Proses pemulihan dilakukan secara terpadu oleh Kementerian PUPR, BNPB, TNI, Polri, BPBD, serta relawan. Pemerintah menargetkan fasilitas pendidikan yang terdampak banjir dapat kembali digunakan pada awal semester genap Januari 2026.
“Target kita, pada minggu pertama Januari, beberapa fasilitas pendidikan yang terdampak sudah bisa kembali digunakan. Untuk sekolah yang masih membutuhkan perbaikan, akan disiapkan tenda darurat sebagai solusi sementara,” pungkas Abdul Muhari.