Bukan Sekadar Palu Raksasa: Menyingkap Daya Hancur Ragnir, Senjata Pamungkas Loki di One Piece
Palu raksasa bernama Ragnir milik Loki seketika mencuri perhatian sejak kemunculan perdananya di dunia One Piece. Bentuknya mengingatkan pada Mjolnir, namun dalam versi Elbaf yang jauh lebih brutal, kolosal, dan terkesan “berlebihan” bahkan untuk standar para raksasa.
Ragnir bukan sekadar palu berukuran besar. Dimensinya bahkan melampaui tubuh Loki sendiri, yang sudah jauh lebih besar dari raksasa normal. Perbandingan dengan Hajrudin pun menunjukkan Ragnir memiliki proporsi yang tidak biasa.
Implikasi dari ukuran dan karakteristik ini jelas: Ragnir menempati posisi sebagai senjata kelas “unik”, bukan senjata yang diproduksi massal di Elbaf.
Lantas, seberapa kuat sebenarnya Ragnir di semesta One Piece? Mari kita telaah lebih dalam.
1. Palu Hidup yang Mencegah Raja Elbaf Memakan Buah Iblis Warisan
Di dalam Kastel Aurust, Elbaf, tersimpan sebuah Buah Iblis yang diwariskan secara turun-temurun oleh bangsa raksasa. Buah ini bukan sekadar harta, melainkan simbol kekuatan yang secara teoritis mampu menjadikan raja Elbaf jauh lebih mengerikan.
Namun, fakta menariknya adalah tidak satu pun raja Elbaf sebelumnya berani mengonsumsi buah tersebut. Penyebabnya tunggal: Ragnir.
Ragnir bukan hanya senjata, melainkan “palu hidup” yang telah memakan Buah Iblis tupai misterius, memberinya kehendak sendiri. Setiap kali ada yang mencoba memakan Buah Iblis warisan Elbaf, Ragnir akan menguji mereka secara langsung dan brutal.
Ujian ini bukan simbolik atau ritual, Ragnir benar-benar menyerang. Bahkan Raja Harald, yang dikenal kuat dan berwibawa, tidak pernah berani mencoba memakan Buah Iblis itu, sampai ia dikendalikan Imu dan memperoleh keabadian, yang membuat risiko kematian tidak lagi relevan baginya.
Loki, di sisi lain, menempuh jalan berbeda. Dalam situasi darurat dan diserang Ragnir, ia beradu kekuatan langsung dengan palu tersebut. Pertarungan brutal itu berakhir dengan hancurnya palu lama Loki dan Ragnir sendiri sampai “benjol”, sebuah pencapaian yang menarik.
Barulah setelah itu, Ragnir mengakui Loki sebagai pemilik yang layak.
2. Senjata yang Mampu Mengakhiri Raja Harald
Raja Harald sejak awal dikenal sebagai penguasa yang luar biasa kuat. Ia memiliki Haoshoku Haki, ketangguhan khas raksasa Elbaf, dan pengalaman tempur yang panjang.
Situasi berubah drastis ketika ia dikendalikan oleh Imu. Dengan keabadian dari Perjanjian Laut Dalam dan Haoshoku Haki yang masih aktif, Harald berada di level yang nyaris tak terhentikan. Bahkan petarung elite seperti Scopper Gaban dan Shanks tidak mampu menghentikannya secara tuntas.
Titik balik terjadi saat Loki tiba. Ia datang bersenjatakan Ragnir, ditambah Buah Iblis misterius yang telah ia konsumsi, serta Haoshoku Haki miliknya sendiri. Kombinasi inilah yang akhirnya cukup untuk:
- Memukul Harald hingga kendali Imu terguncang, membuat kesadarannya sempat kembali.
- Menembus pertahanan yang dilapisi Haoshoku Haki.
- Mengakhiri tubuh Harald dengan satu rangkaian serangan pamungkas.
Serangan terakhir itu bukan sekadar hantaman palu biasa. Daya hancur fisik Ragnir, tekanan Haoshoku Haki Loki, dan sambaran petir dari langit yang menyertai ayunan Ragnir, semuanya terjadi dalam satu momen, menghancurkan tubuh Harald.
3. Ragnir di Tangan Raksasa Paling Tepat untuk Menggunakannya
Jika Ragnir dipegang oleh raksasa biasa, palu ini mungkin akan tetap menjadi senjata raksasa yang brutal—besar, berat, dan menghancurkan. Namun, ia tidak akan menjadi istimewa.
Yang membuat Ragnir benar-benar mengerikan adalah siapa yang memegangnya: Loki. Loki bukan raksasa sembarangan. Ia memiliki:
- Darah Ancient Giant, yang memberinya ukuran dan ketangguhan ekstrem.
- Tubuh yang proporsional dengan Ragnir, bukan sekadar “mampu mengangkat”.
- Haoshoku Haki, dan yang lebih penting, kemampuan melapiskannya ke serangan senjata.
Di tangan Loki, Ragnir bukan sekadar palu. Setiap hantaman adalah pukulan kolosal berlapis Haoshoku Haki. Dampaknya memicu sambaran petir dari langit, sehingga target menerima kerusakan fisik, tekanan Haki, dan serangan elemen secara simultan.
Artinya, lawan tidak hanya ditumbangkan, melainkan dihancurkan dari berbagai lapisan pertahanan sekaligus.
Kesimpulan: Kekuatan Sejati Ragnir
Jadi, seberapa kuat Ragnir? Palu ini bukan sekadar senjata raksasa biasa. Ia adalah:
- Palu hidup yang selama berabad-abad mencegah para raja Elbaf memakan Buah Iblis warisan di ruang harta Kastel Aurust.
- Senjata yang, di tangan yang tepat, mampu berperan dalam mengakhiri Raja Harald, sosok yang telah dikendalikan Imu, memiliki keabadian, dan dilindungi Haoshoku Haki.
Ketika Ragnir berada di tangan Loki, kengeriannya menjadi berlapis: palu kolosal dengan massa tak masuk akal, Haoshoku Haki yang dilapiskan langsung ke serangan, serta sambaran petir yang memperparah dampak fisik. Ini bukan satu jenis serangan, melainkan tiga lapis kehancuran dalam satu ayunan.
Poin terpentingnya, Ragnir kebetulan berada di tangan orang yang paling tepat untuk menggunakannya.
Ke depan, dunia One Piece akan dipenuhi makhluk-makhluk abadi, God’s Knight, Gorosei, hingga Imu sendiri. Mereka mungkin bisa menertawakan senjata biasa atau pulih dari luka pedang. Namun, menerima hantaman palu raksasa Elbaf yang berlapis Haoshoku Haki dan disertai sambaran petir dari langit, itu adalah cerita lain.
Dengan demikian, Ragnir bukan hanya senjata kuat, melainkan salah satu senjata paling berbahaya di One Piece saat ini.