Cristiano Ronaldo Menuju Hollywood, Strategi Cerdas Sang Megabintang Jelang Usia 40

Cristiano Ronaldo tampaknya benar-benar memahami bahwa karier sebagai atlet profesional memiliki batas waktu. Menjelang usia 40 tahun, sang megabintang asal Portugal ini tidak sekadar menunggu masa pensiun di lapangan hijau, melainkan tengah menyusun strategi matang untuk “tarian terakhir” yang melintasi batas stadion hingga ke gemerlap layar lebar Hollywood.
Kabar bergabungnya Ronaldo ke dalam semesta Fast & Furious bukan lagi sekadar isapan jempol atau rumor media sosial.
Langkah ini menjadi bagian dari kalkulasi cerdas Ronaldo dalam merancang babak kedua (second act) kariernya, mengikuti jejak sukses tokoh olahraga dunia seperti Dwayne “The Rock” Johnson atau LeBron James yang berhasil membangun imperium hiburan setelah atau di sela-sela masa kejayaan mereka.
Skenario Khusus untuk Sang Ikon Portugal
Aktor utama sekaligus produser waralaba Fast & Furious, Vin Diesel, secara terbuka memberikan sinyal hijau mengenai keterlibatan pemain Al-Nassr tersebut.
Dalam sebuah unggahan yang memicu kehebohan global, Diesel menegaskan bahwa tim produksi memang telah menyiapkan tempat bagi Ronaldo dalam mitologi balap jalanan paling populer di dunia tersebut.
Vin Diesel mengungkapkan antusiasmenya melalui akun Instagram pribadinya:
“Semua orang bertanya, apakah dia akan ada dalam mitologi Fast … Saya harus mengatakan bahwa dia adalah orang yang nyata. Kami menulis peran untuknya… @cristiano.”
Kehadiran Ronaldo dalam seri kesebelas yang diyakini bertajuk Fast Forever ini diprediksi menjadi magnet besar bagi pasar global. Dengan jadwal rilis yang direncanakan pada tahun 2027, momentum ini bertepatan persis dengan berakhirnya kontrak Ronaldo bersama klub Arab Saudi, Al-Nassr.
Penyelarasan waktu ini menunjukkan visi jangka panjang Ronaldo dalam mentransisikan citranya dari pahlawan lapangan menjadi figur hiburan arus utama tepat saat ia menggantung sepatu.
Membangun Imperium UR•MARV
Ambis Ronaldo di dunia sinema tidak hanya terbatas pada peran di depan kamera. Pada April 2025, ia telah mengambil langkah konkret dengan meluncurkan studio filmnya sendiri, UR•MARV, berkolaborasi dengan sutradara ternama Matthew Vaughn. Kerja sama ini menjadi bukti bahwa Ronaldo ingin mengendalikan narasinya sendiri di industri film, bukan sekadar menjadi pemanis cameo.
Mengenai ekspansi bisnisnya ke dunia kreatif, Ronaldo menyatakan,
“Ini adalah babak yang menggembirakan bagi saya, karena saya menantikan usaha baru dalam bisnis.”
Matthew Vaughn, sosok di balik kesuksesan Kingsman dan X-Men, melihat potensi besar dalam diri sang pemain. Menurut Vaughn, karakter Ronaldo di kehidupan nyata sudah menyerupai pahlawan dalam naskah film aksi.
“Cristiano telah menciptakan cerita di lapangan yang tidak pernah bisa saya tulis, dan saya menantikan untuk membuat film yang menginspirasi dengannya – dia adalah pahlawan super di kehidupan nyata,”
ujar Vaughn.
Misi Mengembalikan Akar Fast & Furious
Film ke-11 ini juga diproyeksikan sebagai penghormatan terakhir bagi seluruh saga yang dimulai sejak tahun 2001. Vin Diesel menargetkan tiga misi besar untuk penutup ini, termasuk membawa kembali esensi budaya balap jalanan dan reuni emosional yang melibatkan karakter Brian O’Conner.
Diesel menjelaskan visi besarnya untuk seri penutup:
“Saya berkata, ‘Di bawah tiga kondisi.’ Pertama, untuk membawa kembali waralaba ke LA. Kedua, kembali ke budaya mobil dan balap jalanan. Dan yang ketiga, untuk menyatukan kembali Dom dan Brian O’Conner.”
Bagi Ronaldo, bergabung dalam proyek sebesar ini di usia 40 tahun adalah penegasan bahwa ia tetap relevan di panggung dunia mana pun. Saat fisik mungkin mulai melambat di lapangan, insting bisnis dan daya tarik komersialnya justru meroket menuju level yang baru.