Hiburan

Dari Keheningan Thailand Utara, Cinta Laura Temukan Kunci Sukses dan Kedamaian Batin

Aktris Cinta Laura saat wawancara terbatas yang diikuti Kompas.com di Rumah Sraddha Semesta, Jakarta Selatan, Kamis (26/9/2024).(KOMPAS.com/MELVINA TIONARDUS)

Aktris dan aktivis muda, Cinta Laura Kiehl, memilih cara tak biasa untuk menutup tahun 2025 dan menyambut 2026. Bukan dengan pesta meriah, melainkan dengan menghabiskan tujuh hari dalam keheningan total di sebuah pusat meditasi di Thailand Utara. Keputusan ini, menurut Cinta, adalah sebuah kebutuhan mendasar di tengah hiruk pikuk dunia modern.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Kamis (1/1/2026), Cinta menjelaskan bahwa pilihannya ini tidak terkait dengan agama atau kepercayaan tertentu. Baginya, meditasi merupakan latihan esensial untuk melatih pikiran agar mampu mencapai kedamaian dan kebahagiaan yang bersumber dari dalam diri. “Ini sama sekali enggak ada hubungannya sama agama atau kepercayaan tertentu. Ini soal kebutuhan dasar kita sebagai manusia: belajar bagaimana melatih pikiran supaya bisa merasakan damai dan bahagia dari dalam diri sendiri,” tulis Cinta.

Ia menyoroti tekanan yang kerap dirasakan individu di era kontemporer, di mana tuntutan untuk terus bergerak cepat, produktif, dan meningkatkan pencapaian menjadi hal yang lumrah. Namun, di tengah semua itu, Cinta justru menemukan esensi penting dari berhenti sejenak. “Di dunia yang selalu menuntut kita buat gerak cepat, harus selalu produktif, ngejar momentum, dan dipaksa buat terus ‘level up’, kita lupa satu hal mendasar: stopping is the key to success,” tegasnya.

Cinta secara jujur mengakui bahwa selama lima tahun terakhir, ia kerap memaksakan diri dan menjalani hidup dengan kondisi mental yang kurang sehat. Momen meditasi ini menjadi titik baliknya untuk kembali memprioritaskan diri sendiri dan kesehatan mentalnya. “Setelah lima tahun terus-menerus nge-push diri sendiri, maksain semua hal, dan hidup dengan kondisi mental yang enggak sehat, aku sadar aku perlu pulang kembali ke diriku sendiri,” ungkap kekasih Arya Vacso ini.

Selama menjalani retret hening tersebut, sebuah pesan dari seorang biksu meninggalkan kesan mendalam bagi Cinta. Pesan itu menyentuh akar konflik dan perdamaian global. “Seorang biksu bertanya, ‘Apa sih bedanya perang dunia dan perdamaian dunia?’ Lalu dia menjawab dengan sederhana: ‘Semuanya dimulai dari pikiran manusia’,” jelas Cinta, mengutip perkataan sang biksu.

Dari refleksi tersebut, Cinta mengingatkan bahwa banyak orang terlalu sibuk memperbaiki dunia luar, namun seringkali abai merawat emosi dan pikirannya sendiri. Padahal, pikiran yang tidak terlatih dapat memicu kekacauan, sementara pikiran yang terjaga akan melahirkan kebijaksanaan. Menyambut tahun baru, Cinta berharap masyarakat tidak hanya berfokus pada ambisi dan pencapaian semata, tetapi juga pada kejernihan batin. “Aku berharap tahun baru kalian enggak cuma soal ambisi untuk jadi ‘lebih’, tapi juga soal bagaimana kita bisa jadi ‘lebih jernih’,” pungkasnya.