Hiburan

Denada Curhat Kerap Debat dengan Aisha soal Pilihan Sekolah, Terapkan Pola Asuh Demokratis

Penyanyi Denada Tambunan membagikan cerita mengenai tantangan baru yang dihadapinya dalam membesarkan putri semata wayangnya, Aisha. Kini menginjak usia 13 tahun, Aisha mulai menunjukkan kemandirian dan perbedaan pendapat, terutama terkait pilihan sekolah lanjutan.

Debat Sengit soal Pilihan Sekolah

Denada mengungkapkan bahwa pemilihan sekolah menjadi salah satu topik perdebatan hangat antara dirinya dan sang putri. Perbedaan pandangan ini menjadi dinamika baru dalam hubungan ibu dan anak tersebut.

“Pemilihan sekolah itu yang sekarang ini kita lagi debatin bareng. Karena Aisha kepengin di satu sekolah, sementara aku lebih memilih dia di sekolah dengan model yang lain,” ujar Denada saat ditemui belum lama ini.

Pola Asuh Demokratis dengan Batasan Tegas

Meski kerap berbeda pendapat, pelantun lagu “Kujelang Hari” ini menegaskan bahwa ia menerapkan pola asuh yang demokratis. Denada memberikan ruang bagi Aisha untuk menyampaikan argumen dan mengumpulkan data demi mendukung pilihannya.

“Aku memberikan Aisha ruang untuk juga mengumpulkan data dan membela apa yang menurut dia dianggap benar dan dia anggap terbaik buat dia. Tapi aku juga akan datang dengan data-data aku sendiri,” jelas Denada.

Namun, Denada juga memiliki batasan yang jelas. Jika suatu hal dinilainya prinsipil dan tidak dapat ditawar, ia tak segan untuk bersikap tegas demi kebaikan putrinya.

“Kalau hal itu menurut aku adalah hal yang tidak bisa didiskusikan, maka aku akan menjadi tangan besi. Aku akan bilang ‘you have to do it. Why? Because you have to’,” tegas Denada, menunjukkan ketegasannya sebagai orang tua.

Denada menyadari bahwa setiap fase pertumbuhan anak membawa tantangan tersendiri. Ia terus belajar dari pengalaman orang tuanya di masa lalu, sembari beradaptasi dengan konteks dan perkembangan zaman saat ini dalam mendampingi Aisha.