Hiburan

Di Balik Tawa 10 Juta Penonton Agak Laen: Kisah Pilu Skenario Hilang dan Tangis Muhadkly Acho

Kesuksesan film “Agak Laen: Menyala Pantiku!” yang berhasil meraup lebih dari 10 juta penonton di bioskop ternyata menyimpan kisah perjuangan yang tak mudah. Di balik tawa penonton, sutradara sekaligus penulis naskah, Muhadkly Acho, menghadapi ujian berat, termasuk insiden hilangnya skenario yang sudah rampung 70 persen.

Skenario Hilang di Tengah Deadline

Acho mengungkapkan pengalaman mengerikan tersebut melalui unggahan di akun Instagram pribadinya beberapa waktu lalu. Ia mengaku secara tidak sengaja menghapus berkas skenario film tersebut saat tenggat waktu penulisan sudah di depan mata.

“Apa kejadian paling mengerikan yang kamu alami tahun ini? Kalau saya.. bulan Maret lalu, saya dengan bodohnya tanpa sengaja menghapus file yang berisi skenario AGAK LAEN: Menyala Pantiku! yang sudah 70% saya tulis, padahal deadline tinggal beberapa hari lagi. lya, saya sebodoh itu,” tulis Acho, dikutip dari unggahannya.

Insiden itu terjadi ketika Acho berniat menyimpan versi alternatif adegan, namun justru salah menimpa (replace) berkas utama skenario. “Bukannya menyimpan dengan nama file yang berbeda, saya malah tidak sengaja me-replace file skenario utama yang sudah saya tulis 70 persen,” jelasnya.

Kejadian tersebut sontak membuat Acho terpukul. Ia menggambarkan perasaannya seperti disambar petir di siang bolong, dengan tubuh lemas dan pikiran kosong. Kekhawatiran akan kegagalan proses syuting akibat kesalahannya membayangi benaknya. “Malam itu di kepala saya cuma ada satu hal, ‘mampus, gagal deh ini syuting gara-gara gua’,” kenangnya.

Menulis Ulang di Tengah Syuting dan Ujian Keluarga

Saat musibah itu terjadi, Acho tengah sibuk menjalani proses syuting film “Tinggal Meninggal” selama bulan Ramadan, di mana ia berperan sebagai Pak Cokro. Ia sempat berbagi cerita pilunya kepada beberapa rekan terdekat di lokasi syuting, termasuk Kristo Immanuel, Caesar Mario, Shindy Huang, dan Nada Novia.

Dukungan moral yang paling berarti datang dari sang istri, Maria Tanzil, yang mendorongnya untuk bangkit dan memulai kembali penulisan naskah dari awal. Berbekal ingatan seadanya, Acho mulai menyusun kembali dialog dan adegan satu per satu, sembari tetap menjalankan perannya di film lain.

“Saya pun akhirnya memulai lagi menulis dari awal, bermodalkan ingatan ala kadarnya, satu demi satu, dialog demi dialog, adegan demi adegan.. sambil menjalani suting film Tinggal Meninggal sebagai Pak Cokro. Dem dem dem.. ujarku dalam hati,” tulis Acho.

Ujian Acho tidak berhenti di situ. Di tengah proses penulisan ulang, sang anak harus menjalani perawatan di rumah sakit. Kondisi ini memaksa Acho untuk melanjutkan pekerjaannya di sela waktu menjaga anak, mulai dari pagi hingga larut malam, bahkan sampai sahur.

Meskipun sempat berada di titik hampir menyerah, Acho menemukan bahwa justru dalam situasi sulit tersebut, ide-ide cerita mengalir lebih deras. Ia mengungkapkan, beberapa adegan penting, termasuk adegan masjid yang bernuansa religius, lahir saat ia menulis di rumah sakit.

“Rasanya mau nyerah. Tapi Tuhan berkata lain. Ternyata, di 3 malam saya nulis di rumah sakit, justru ide-ide mengalir deras, termasuk adegan masjid yang sangat religius itu,” ujarnya.

Perjuangan keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Tepat di malam takbiran, Acho berhasil merampungkan draf pertama skenario “Agak Laen: Menyala Pantiku!”. “Dan Alhamdulillah.. tepat di malam takbiran, saya akhirnya berhasil merampungkan draft tengah malam. Saya nangis tengah malam.. sendirian,” tuturnya.

Acho menutup kisahnya dengan refleksi mendalam, mengutip sebuah pepatah. “Inna ma’al usri yusra. Bersama kesulitan, ada kemudahan,” pungkasnya.

“Agak Laen” Raih 10 Juta Penonton

Kini, perjuangan Muhadkly Acho terbayar lunas dengan pencapaian gemilang film “Agak Laen: Menyala Pantiku!”. Film ini secara resmi telah mencatatkan lebih dari 10 juta penonton, menjadikannya film kedua di tahun ini yang menembus angka tersebut, sekaligus film Indonesia ketiga sepanjang sejarah yang mencapai capaian serupa.

Rumah produksi Imajinari mengumumkan kabar bahagia ini melalui unggahan di media sosial pada akhir Desember 2025. Film yang ditulis dan disutradarai oleh Muhadkly Acho tersebut berhasil meraih lebih dari 10 juta penonton hanya dalam 35 hari penayangan.