
Aktor senior Diding Boneng kini memilih absen dari layar lebar. Kondisi kesehatan, khususnya penyakit asma yang dideritanya, menjadi alasan utama di balik keputusan tersebut. Meski demikian, semangatnya untuk berkarya tak padam, ia tetap aktif di dunia teater, bahkan setelah rumahnya ambruk akibat hujan deras pada Minggu (28/12/2025).
Diding Boneng mengungkapkan bahwa syuting film “KKN di Desa Penari” tiga tahun lalu menjadi pekerjaan terakhirnya di layar lebar. “Saya terakhir 3 tahun lalu. KKN di Desa Penari. Itu syuting terakhir saya. Karena pulang dari sana saya sakit, sampai hari ini saya sakit,” ujar Diding saat ditemui di kediamannya di Kawasan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (29/12/2025).
Sejak saat itu, tawaran akting memang masih berdatangan. Namun, aktor berusia 75 tahun ini mengaku selektif dan sering menolak jika peran yang ditawarkan membutuhkan adegan fisik yang berat. “Jadi kalau ada calling atau tawaran lagi, saya mikir. Adegannya apa aja? Kalau adegannya berat-berat gimana, saya enggak mau. Karena sayanya sakit,” jelas pemeran dalam film “Badarawuhi di Desa Penari” ini.
Dedikasi Tak Berhenti di Teater
Meskipun tak lagi berakting di depan kamera, Diding Boneng tetap mengabdikan diri pada seni peran melalui dunia teater. Ia masih aktif mengajar dan berpartisipasi dalam pementasan. “Teater enggak berhenti. Teater kan saya bisa duduk gini,” katanya, menunjukkan bahwa keterbatasan fisik tak menghalangi semangatnya untuk berkarya. Diding Boneng dikenal luas atas perannya dalam berbagai film komedi, termasuk “Warkop DKI Lupa Aturan Main”.
Rumah Ambruk Diterjang Hujan
Di tengah perjuangannya melawan penyakit, Diding Boneng juga baru saja menghadapi musibah. Rumah tinggalnya di RT 13 RW 08 Kelurahan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, ambruk pada Minggu (28/12/2025) akibat hujan deras.
Saat ini, Diding Boneng diungsikan sementara ke Kantor RW setempat. Pihak kelurahan, dibantu oleh para tetangga, dengan sigap langsung memulai proses renovasi rumahnya.