Hiburan

Dilema Cristiano Ronaldo: Pilih Fast & Furious 11 atau Kualifikasi Piala Dunia 2026?

Spekulasi keterlibatan Cristiano Ronaldo dalam babak final saga Fast & Furious kini menghadapi tembok besar bernama jadwal. Meski aktor utama sekaligus produser Vin Diesel telah mengonfirmasi adanya peran khusus bagi sang bintang Al-Nassr tersebut, bentrokan antara agenda syuting Hollywood dan komitmen profesional di lapangan hijau menempatkan Ronaldo di persimpangan jalan tersulit dalam kariernya.

Dilema Hollywood dan Rumput Hijau

Kabar bergabungnya Ronaldo mencuat setelah Vin Diesel mengunggah pernyataan yang memicu kehebohan di media sosial. Diesel secara terbuka memastikan bahwa tim produksi telah menyiapkan tempat bagi ikon Portugal tersebut dalam mitologi balap jalanan ini.

Vin Diesel mengatakan di Instagram tentang kemungkinan penampilan Ronaldo dalam waralaba film tersebut: “Semua orang bertanya, apakah dia akan ada dalam mitologi Fast … Saya harus mengatakan bahwa dia adalah orang yang nyata. Kami menulis peran untuknya… @cristiano.”

Namun, realitas jadwal menjadi tantangan utama. Produksi film berskala blockbuster seperti Fast X: Part 2 (atau Fast 11) biasanya memerlukan waktu pengambilan gambar intensif selama empat hingga enam bulan.

Di sisi lain, Ronaldo yang kini menginjak usia 40 tahun, masih terikat kontrak dengan Al-Nassr hingga 2027 dan tetap menjadi pilar utama tim nasional Portugal menuju kualifikasi Piala Dunia 2026.

Bentrok Jadwal Syuting dan Liga

Berdasarkan kalender kompetisi, musim 2025/2026 merupakan periode krusial bagi Al-Nassr di Saudi Pro League dan Liga Champions Elite Asia. Kehadiran Ronaldo di lokasi syuting yang kemungkinan besar berpusat di Los Angeles akan memaksa sang pemain meninggalkan komitmen klub dalam durasi yang lama.

Hal ini memicu pertanyaan besar: apakah Ronaldo bersedia mengorbankan performa di akhir karier atletiknya demi transisi ke dunia hiburan?

Ronaldo sendiri tidak menutupi ambisinya untuk mengeksplorasi dunia di luar sepak bola. Melalui studio film UR•MARV yang ia dirikan bersama sutradara Matthew Vaughn, ia mulai menancapkan kuku di industri sinema.

Tentang langkah bisnis barunya ini, Ronaldo sempat berujar: “Ini adalah babak yang menggembirakan bagi saya, karena saya menantikan usaha baru dalam bisnis.”

Antara Warisan Lapangan dan Layar Lebar

Matthew Vaughn, yang bermitra dengan Ronaldo, melihat potensi besar dalam diri sang pemain untuk bersinar di layar lebar. Vaughn menyatakan, “Cristiano telah menciptakan cerita di lapangan yang tidak pernah bisa saya tulis, dan saya menantikan untuk membuat film yang menginspirasi dengannya – dia adalah pahlawan super di kehidupan nyata.”

Meski antusiasme dari pihak Hollywood begitu besar, jendela waktu bagi Ronaldo untuk tampil sebagai cameo atau pemeran pendukung semakin menyempit. Dengan target rilis film pada 2027, proses produksi harus dimulai segera.

Ronaldo kini harus memilih antara menjaga disiplin ketatnya demi mencetak rekor gol baru, atau mengambil peran dalam penutup saga yang telah berjalan lebih dari dua dekade tersebut.

Hingga saat ini, pihak manajemen Ronaldo maupun Al-Nassr belum memberikan pernyataan resmi terkait bagaimana pembagian waktu tersebut akan dilakukan.

Namun, bagi pengamat olahraga, keputusan Ronaldo akan menjadi indikator kuat apakah fokus sang megabintang telah sepenuhnya bergeser dari stadion menuju gemerlap lampu Hollywood.