Hiburan

Dinar Candy Lega Sengketa 1,5 Tahun Berakhir Damai, Pastikan Kapal Tongkang Kembali Beroperasi

Disjoki Dinar Candy akhirnya bisa bernapas lega setelah melewati proses hukum yang melelahkan selama satu setengah tahun. Sengketa kepemilikan kapal tongkang yang sempat menyita perhatiannya kini resmi berakhir melalui jalur perdamaian.

Kesepakatan Damai dan Pengembalian Aset

Dinar mengungkapkan bahwa aset berupa kapal tongkang tersebut telah sepenuhnya kembali ke tangannya. Kepastian ini didapat setelah ia mencapai kesepakatan damai dengan Haji Nanang, pihak yang sebelumnya bersengketa dengannya terkait kepemilikan kapal tersebut.

Proses penyelesaian ini mencakup pengurusan administrasi serta pengembalian sejumlah dana sebelum dilakukan proses balik nama secara resmi. Dinar memastikan bahwa segala urusan hukum telah tuntas dan asetnya siap digunakan kembali untuk keperluan bisnis.

“Sekarang kapalnya sudah kembali ke Dinar. Kami sudah berdamai, uang juga sudah dikembalikan, lalu langsung AJB atas nama Dinar. Besok kapalnya sudah bisa beroperasi lagi,” kata Dinar saat menjadi bintang tamu program Rumpi, dikutip Rabu (7/1/2026).

Perjuangan Panjang Menguras Energi

Meski kini berakhir manis, Dinar mengakui bahwa perjalanan mempertahankan haknya bukanlah perkara mudah. Selama 1,5 tahun terakhir, ia harus bolak-balik berurusan dengan lembaga hukum, mulai dari pengadilan hingga kejaksaan, demi memperjuangkan apa yang menjadi miliknya.

Ia tak menampik bahwa sengketa ini memberikan tekanan yang besar bagi kehidupan dan kondisi psikisnya. “Walaupun ini kabar baik, tapi perjuangannya luar biasa. Aku harus berperang cukup lama, capek secara mental dan tenaga,” ujarnya menjelaskan betapa beratnya proses yang ia lalui.

Optimisme Bisnis di Tahun 2026

Memasuki tahun 2026, Dinar Candy membawa optimisme baru untuk mengembangkan sayap bisnisnya. Selain kembali mengelola kapal tongkang, ia juga diketahui memiliki dua klub hiburan malam yang menjadi fokus utamanya saat ini.

Dinar menegaskan bahwa tahun ini akan menjadi momentum baginya untuk lebih fokus pada pengembangan aset dan stabilitas finansial setelah urusan hukumnya selesai. “Sekarang aku punya dua klub dan kapal tongkang. Tahun 2026 aku fokus ke duit,” pungkasnya.