Hiburan

Ernest Prakasa Ungkap Perjalanan Imajinari di Akhir 2025: Tak Selalu Laris, Penuh Pelajaran Berharga

Sutradara dan produser Ernest Prakasa menutup tahun 2025 dengan sebuah refleksi mendalam mengenai perjalanan rumah produksi Imajinari yang ia dirikan. Sejak film perdana Ngeri-Ngeri Sedap (2022) hingga Agak Laen: Menyala Pantiku!, Imajinari telah menempuh berbagai dinamika dalam industri perfilman nasional.

Melalui unggahan di media sosial, Ernest membagikan sebuah video karya @manuelmarsen yang merangkum perjalanan Imajinari selama beberapa tahun terakhir. Dalam keterangan unggahan tersebut, Ernest tidak menampik bahwa perjalanan Imajinari tidak selalu berjalan mulus.

“Film kami tidak selalu laris. Film kami tidak selalu panen pujian. Tapi kami baru memulai, dan ini adalah waktu paling tepat untuk belajar dari sebanyak mungkin kesalahan,” tulis Ernest, dikutip pada Rabu, 31 Desember 2025.

Meski menghadapi berbagai tantangan, Ernest menegaskan bahwa visi Imajinari tetap konsisten. Ia menyebutkan bahwa ide cerita yang unik dan menarik harus menjadi ruh utama dalam setiap proyek film yang diproduksi oleh rumah produksinya.

“Kami ingin ide cerita yang unik dan menarik bisa menjadi penentu utama lahirnya sebuah project. Bukan tren, fenomena viral, atau peluang bisnis semata,” lanjut Ernest.

Tidak hanya berfokus pada kualitas karya, Ernest juga menyinggung komitmen Imajinari untuk terlibat aktif dalam upaya perbaikan kesejahteraan para pekerja film di Indonesia. Ia menekankan integritas sebagai prinsip yang terus dijaga, baik dalam proses produksi maupun promosi film.

“Kami ingin menjaga integritas dengan memilih cara-cara yang baik dan terhormat,” tulis Ernest.

Mengakhiri refleksinya, Ernest menyampaikan rasa terima kasih kepada para penonton dan semua pihak yang telah mendukung perjalanan Imajinari. Ia mengakui bahwa mimpi besar yang dimiliki rumah produksi tersebut harus ditempuh melalui langkah-langkah kecil yang melelahkan.

“Mimpi kami besar, meski harus melalui langkah-langkah kecil yang melelahkan. Terima kasih telah menemani perjalanan kami,” tutup Ernest.

Unggahan tersebut diakhiri Ernest Prakasa dengan seruan semangat untuk industri film nasional, “Jayalah sinema Indonesia!”