Ferry Irwandi Rampungkan Penyaluran Donasi Rp10,3 Miliar: Solar Panel hingga Eskavator Pulihkan Aceh
Kreator konten Ferry Irwandi telah merampungkan penyaluran donasi senilai Rp10,3 miliar yang terkumpul melalui platform Kitabisa.com. Dana tersebut dialokasikan sepenuhnya untuk membantu korban bencana alam di wilayah Aceh dan Sumatera, setelah Ferry dan tim berjibaku di lapangan sejak awal Desember 2025.
Bantuan yang disalurkan tidak hanya berfokus pada logistik pangan, tetapi juga menyentuh pemulihan infrastruktur vital. Ini termasuk instalasi panel surya (solar panel) untuk penerangan dan pengadaan alat berat eskavator guna membuka akses jalan yang terputus.
Transparansi Penyaluran: Dari Energi hingga Akses Jalan
Dalam laporan pertanggungjawabannya yang disampaikan secara terbuka melalui media sosial, Ferry Irwandi merinci alokasi dana publik tersebut. Salah satu upaya utama adalah memulihkan akses energi di desa-desa terisolasi di pedalaman Aceh.
Ferry dan tim relawan memasang instalasi panel surya di sejumlah titik, termasuk di kawasan Rantau Bintang, Aceh Tamiang. Langkah ini krusial untuk menyediakan penerangan bagi warga yang jaringan listriknya terputus total akibat bencana.
“Solar panel yang kemarin kita perjuangkan sekarang sudah terpasang ke lokasi terdampak. Semoga bisa segera dimanfaatkan oleh warga di lokasi terdampak!” demikian laporan yang diunggah di akun Kitabisa.com.
Selain penerangan, donasi juga dialokasikan untuk penyewaan dan operasional alat berat. Sebanyak tiga unit eskavator dikerahkan untuk membersihkan puing-puing longsor dan membuka kembali akses jalan yang sempat lumpuh total di wilayah Aceh Tengah dan sekitarnya. Pembukaan akses ini menjadi sangat penting agar bantuan logistik lanjutan dapat menjangkau wilayah terdampak.
Dukungan Ekonomi Petani dan Akses Komunikasi
Misi kemanusiaan ini juga menyasar pemulihan ekonomi warga dan akses komunikasi. Ferry menginisiasi program pembelian hasil panen petani lokal seperti kopi Gayo, bawang merah, dan cabai yang terancam membusuk karena kesulitan distribusi ke pasar akibat jalan putus.
Komoditas tersebut kemudian dibantu penjualannya hingga ke Jakarta, memberikan “napas” ekonomi bagi para petani di Bener Meriah dan Takengon. Untuk mengatasi masalah komunikasi di wilayah blank spot, tim Ferry juga memasang perangkat internet satelit Starlink, memungkinkan koordinasi relawan dan komunikasi warga dengan keluarga di luar daerah kembali terhubung.
Ferry Irwandi Pamit dengan “Zero Rupiah”
Ferry Irwandi menegaskan bahwa dirinya tidak mengambil sepeser pun dari uang donasi untuk biaya operasional pribadinya. Bahkan, untuk biaya sewa pesawat Cessna Caravan dari Susi Air guna mengangkut logistik ke daerah terpencil, Ferry merogoh kocek pribadi dan kas perusahaan Malaka Project.
Pada Senin (29/12/2025), Ferry secara resmi berpamitan dari lokasi bencana setelah memastikan seluruh amanah donatur teralokasi. “Dana Rp10,3 miliar hasil campaign kita bersama sudah teralokasikan semua. Untuk itu saya mohon pamit undur diri, pamit pulang, dan semoga Sumatera lekas pulih seperti sedia kala,” ujar Ferry dalam unggahan perpisahannya.
Aksi gerak cepat dan transparansi pelaporan yang dilakukan Ferry Irwandi ini menuai apresiasi luas dari masyarakat, dianggap sebagai bukti nyata kekuatan gotong royong komunitas digital dalam merespons bencana nasional.