Fiersa Besari Jelaskan Alasan Cabut Laporan Polisi Penabrak Istrinya, Pertimbangkan Kondisi Pelaku dan Waktu
Musisi Fiersa Besari memutuskan untuk mencabut laporan polisi terkait insiden penabrakan istrinya, Aqia Nurfadla, di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. Kejadian yang menyebabkan kaki Aqia cedera hingga sulit berjalan ini sempat menjadi sorotan publik. Melalui unggahan di Instagram Story-nya, Fiersa Besari menjelaskan alasan di balik keputusannya tersebut.
Alasan Pencabutan Laporan
Fiersa Besari mengungkapkan bahwa keputusan untuk tidak melanjutkan proses hukum didasari oleh beberapa pertimbangan, terutama keinginan sang istri. “Saya sendiri awalnya ingin memperpanjang urusan. Tapi Aqia tidak mau,” tulis Fiersa, dikutip pada Senin (5/1/2026).
Selain itu, manajernya, Ubay, juga memberikan pertimbangan logis. Fiersa melihat kondisi penabrak yang bukan berasal dari kalangan berada. “Kita bisa lihat secara sepintas, bapak ini bukan orang berada. Mohon maaf, tapi kita sama-sama tahu, solusi yang biasanya dihadirkan orang berada tidak seperti itu,” jelas Fiersa.
Penabrak yang disebut Fiersa berusia sekitar 60-70 tahun itu, saat kejadian, langsung menawarkan ganti rugi sebesar Rp200.000 dan mengaku bahwa mobil yang dikendarainya adalah pinjaman. “Belum diminta ganti biaya rumah sakit, sudah menawarkan Rp200.000 (dan katanya memang cuma punya uang segitu). Mobil juga katanya pinjam, dan bisa terlihat kondisi mobilnya tidak terawat,” tambah Fiersa.
Pertimbangan Waktu dan Dampak
Fiersa Besari juga menyoroti potensi kerugian waktu dan tenaga jika laporan tersebut diperpanjang. “Apa ujung dari memperpanjang urusan pelaporan? Penyitaan kendaraan, dan kami harus bolak-balik berurusan dengan pihak berwajib untuk mengumpulkan bukti dan kesaksian,” ujarnya.
Ia khawatir, hasil akhirnya tidak akan memberikan efek jera, melainkan justru menimbulkan dendam. “Sudah begitu, hasil akhirnya apa? Bukan memberi efek jera, melainkan memberi efek dendam. Dan tetap saja, Aqia sebagai korban juga belum tentu akan mendapatkan ganti rugi secara materi,” kata Fiersa.
Meski demikian, Fiersa menekankan bahwa solusi yang diambilnya mungkin tidak ideal untuk semua orang, tetapi merupakan yang terbaik bagi keluarganya saat ini. “Oh ya, sebagai catatan, solusi yang kami ambil belum tentu ideal untukmu, tapi ini paling ideal untuk kami saat ini,” pungkasnya.
Sebagai informasi, penabrak istri Fiersa tersebut telah menerima sanksi tilang dari pihak berwajib.
Kronologi Kejadian
Insiden penabrakan terjadi saat Fiersa Besari dan keluarganya berencana berlibur ke Yogyakarta menggunakan kereta api. Setibanya di Stasiun Gambir dan turun dari taksi, Aqia bersama manajer, Ubay, berjalan menuju area bagasi untuk menurunkan barang-barang. Sementara itu, Fiersa menggendong anaknya.
Secara tiba-tiba, sebuah mobil yang dikendarai seorang pria menabrak Aqia dan Ubay dari arah belakang. Keduanya sempat terjepit, namun Ubay berhasil keluar. Nahas, Aqia tidak berhasil menghindar dan tetap terjepit.
Setelah menjalani rontgen, kondisi kaki Aqia dipastikan tidak mengalami retakan, namun memerlukan waktu istirahat untuk pemulihan.