Fiersa Besari Ungkap Nyaris Berkata Kasar Saat Istri Ditabrak di Stasiun Gambir: ‘Bapak Berhadapan dengan Orang yang Salah’
Penyanyi Fiersa Besari mengungkapkan momen di mana ia nyaris melontarkan kata-kata kasar saat istrinya, Aqia Nurfadla, ditabrak mobil di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, belum lama ini. Meskipun dalam video yang beredar ia terlihat tenang, Fiersa mengakui ada gejolak emosi, terutama melihat respons pengemudi.
“Kenapa saya dan Ubay, manajer, tampak sangat sabar di video, padahal bapak-bapak itu terlihat menyebalkan. Sebenarnya beberapa kali saya hampir berkata kasar, kok. Saya juga sempat kelepasan, ‘Pak, gaji saya sebulan juga bisa beli mobil bapak. Ini bukan soal uang. Bapak berhadapan dengan orang yang salah,’” tulis Fiersa melalui Instagram Story-nya pada Senin (5/1/2026).
Pelantun lagu “Celengan Rindu” itu menjelaskan bahwa manajernya, Ubay, berperan penting dalam menenangkannya agar tidak bertindak di luar batas. Fiersa menyadari bahwa tindakan emosional justru dapat memicu konsekuensi yang merugikan dirinya.
“Tapi Ubay menepuk pundak saya, memberi kode bahwa saya tidak harus bicara seperti itu. Nah, ini yang rumit. Kalau sampai ngomong atau bertindak kasar dan terekam, kemudian dipotong-potong tanpa konteks di media sosial, takutnya malah disangka abuse of power, atau semena-mena terhadap lansia, atau sok kuasa terhadap orang kurang mampu. Maka, tindakan terbaik adalah bersabar. Meskipun geramnya bukan main,” tutur Fiersa.
Ia bahkan sempat melontarkan candaan terkait insiden tersebut. “Kalau bapak itu 20 tahun lebih muda, mungkin kita kasih salam olahraga dulu wkwk,” tambahnya.
Fiersa Besari juga telah mencabut laporan polisi terhadap pengemudi penabrak. Keputusan ini diambil atas permintaan istrinya serta pertimbangan logis dari Ubay. Selain itu, pengemudi tersebut diketahui telah menerima sanksi tilang dari pihak berwenang.
Kronologi Insiden di Stasiun Gambir
Sebelumnya, Fiersa membeberkan kondisi kaki istrinya setelah menjalani rontgen. Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada retakan serius, dan Aqia hanya memerlukan waktu istirahat untuk pemulihan.
Insiden bermula ketika Fiersa dan keluarga kecilnya berencana berlibur ke Yogyakarta menggunakan kereta api. Setibanya di Stasiun Gambir dan setelah turun dari taksi, Aqia bersama manajer Fiersa, Ubay, berjalan menuju area bagasi untuk menurunkan barang-barang. Sementara itu, Fiersa menggendong anaknya.
Secara tiba-tiba, sebuah mobil yang dikemudikan oleh seorang pria berusia sekitar 60–70 tahun datang dari arah belakang dan menabrak Aqia serta Ubay. Keduanya sempat tergencet. Ubay berhasil membebaskan diri, namun Aqia tidak.