Hiburan

Film Horor ‘Janur Ireng’ Raih Lebih dari Sejuta Penonton dalam 12 Hari, Perkuat Dominasi Genre di 2025

Film horor Janur Ireng berhasil menembus angka satu juta penonton di bioskop Indonesia. Pencapaian ini diraih hanya dalam 12 hari penayangan sejak rilis pada 24 Desember 2025, menjadikannya film ke-16 yang mencapai marka tersebut di tahun 2025.

MD Pictures, selaku rumah produksi, mengumumkan kabar gembira ini melalui akun Instagram resminya pada Selasa (6/1/2026). “1.038.228 orang sudah kerasukan Sengarturih!!” tulis MD Pictures, merujuk pada salah satu entitas mengerikan dalam film tersebut.

Dominasi Genre Horor di Tahun 2025

Kesuksesan Janur Ireng semakin memperkuat dominasi genre horor di kancah perfilman nasional. Film arahan Kimo Stamboel ini menjadi film horor ketujuh yang berhasil meraup jutaan penonton sepanjang tahun 2025.

Beberapa judul horor lain yang juga sukses menarik perhatian jutaan penonton di antaranya:

  • Pabrik Gula
  • Petaka Gunung Gede
  • Jalan Pulang
  • Kang Solah from Kang Mak X Nenek Gayung
  • Qodrat 2
  • Sukma

Tahun Rekor Perfilman Indonesia

Tahun 2025 sendiri tercatat sebagai tahun yang luar biasa bagi industri film Indonesia. Rekor film terlaris sepanjang masa bahkan berhasil dipecahkan dua kali dalam satu tahun.

Awalnya, film animasi Jumbo karya Ryan Adriandhy sukses menggeser KKN di Desa Penari sebagai film terlaris sepanjang masa saat tayang Lebaran. Namun, rekor Jumbo tak bertahan lama. Menjelang akhir tahun, film Agak Laen: Menyala Pantiku! berhasil mengambil alih posisi puncak sebagai film Indonesia terlaris sepanjang masa.

Sinopsis dan Latar Belakang Janur Ireng

Janur Ireng merupakan film prekuel dari semesta horor Sewu Dino yang diadaptasi dari novel terlaris karya SimpleMan. Film ini digarap oleh sineas Kimo Stamboel dan diproduseri oleh Manoj Punjabi dari MD Pictures.

Cerita Janur Ireng mengungkap asal-usul teror, kutukan, dan ritual hitam yang melahirkan sosok mengerikan bernama Sengarturih. Film ini berfokus pada rangkaian ritual kuno yang melibatkan janur ireng, sesajen terlarang, serta praktik ilmu hitam yang diturunkan secara turun-temurun. Teror tidak hanya datang dalam bentuk makhluk gaib, tetapi juga dari konsekuensi mengerikan bagi siapa pun yang melanggar aturan ritual tersebut.

Dengan atmosfer gelap, visual yang mengganggu (disturbing), dan mitologi Jawa yang kental, Janur Ireng memperdalam dunia horor Sewu Dino ke level yang lebih brutal dan psikologis.