Insiden Kocak Robot Humanoid Unitree G1 Tendang Instruktur, Soroti Tantangan Keamanan Interaksi Manusia-Robot
Sebuah video yang merekam insiden tak terduga dalam sesi latihan robot humanoid G1 buatan perusahaan Unitree mendadak viral di media sosial. Robot tersebut secara tidak sengaja menendang instruktur manusia, kemudian meniru gestur kesakitan korban, memicu perdebatan tentang keamanan interaksi manusia dengan teknologi robotik.
Video tersebut memperlihatkan sesi pelatihan robot humanoid G1 dari perusahaan robotik asal China, Unitree. Dalam rekaman, robot G1 tampak berlatih bersama seorang instruktur manusia di sebuah ruangan tertutup tanpa pembatas sekat, menyerupai area kantor. Instruktur mengenakan setelan khusus motion-capture suit, yang memungkinkan setiap gerakan tubuhnya ditiru robot secara langsung atau real-time.
Robot Salah Tendang dan Ikut “Meringis”
Awalnya, sesi latihan berjalan normal. Instruktur memeragakan sejumlah gerakan dasar, seperti pukulan, kuda-kuda, hingga tendangan, yang kemudian ditirukan oleh Robot G1 secara presisi. Gerakan robot terlihat stabil, mengikuti setiap perubahan posisi tubuh instruktur di sampingnya.
Namun, situasi berubah ketika robot humanoid tersebut mendadak salah memperkirakan putaran. Alih-alih meniru gerakan yang sama, robot G1 justru melancarkan tendangan yang mengenai area sensitif tubuh instruktur. Instruktur langsung membungkuk sambil memegangi bagian tubuh yang terkena tendangan, lalu jatuh berlutut ke lantai menahan rasa sakit.
Seketika, Robot G1 pun ikut memeragakan gestur kesakitan instruktur tersebut, seolah dirinya ikut merasakan sakit yang sama. Robot G1 yang masih terhubung dengan sistem peniruan gerak, langsung ikut membungkuk dengan posisi tubuh yang hampir identik dengan si instruktur. Momen inilah yang kemudian membuat video tersebut viral dan ramai dijadikan meme di media sosial.
Viral Lintas Platform dan Sorotan Pakar
Video rekaman latihan Robot G1 awalnya diunggah di platform Bilibili, platform berbagi video di China, sebelum akhirnya menyebar ke sejumlah media sosial lain, termasuk X (dulu Twitter), Reddit, dan forum daring. Kemampuan Robot G1 sendiri sebelumnya sudah pernah dipamerkan Unitree lewat berbagai demo, mampu melakukan aktivitas kompleks seperti bermain tenis meja, menembakkan bola basket, hingga menampilkan gerakan bela diri.
Namun, insiden “salah tendang” dalam sesi pelatihan terbaru justru memberi sorotan berbeda, di mana kesalahan kecil dalam pembacaan gerakan dapat menyebabkan hasil yang tidak terduga. Video ini juga menarik perhatian Chief Engineer Tesla Cybertruck, Wes Morrill. Melalui unggahan di X, Morrill menyinggung bagaimana insiden robot G1 mencerminkan bentuk tantangan baru dalam pengujian robot humanoid yang kini semakin sering berinteraksi langsung dengan manusia.
Morrill menyatakan, “teleoperator kicking himself over not programming Asimov’s Laws of Robotics… Worth considering if we should base today’s reality on the science fiction musings from the past. Testing with humanoid robots is a very interesting new challenge. Historically robots have been…”
Menurut Morrill, selama ini robot humanoid umumnya diuji di area tertutup dengan pagar atau sistem pengaman ketat. Namun, ketika robot mulai dilatih untuk bekerja berdampingan dengan manusia, risiko kesalahan kecil pun menjadi lebih krusial dan sulit dihindari.
Bagi sebagian warganet, insiden tendangan Robot G1, ditambah gestur meniru sakit manusia, mungkin menjadi sebuah hiburan. Meski berujung kocak, kejadian ini juga menunjukkan bahwa teknologi robot humanoid masih memiliki celah, terutama saat dilatih dalam jarak dekat dengan manusia. Bagi pengembang robot humanoid, insiden ini menjadi pengingat bahwa metode teleoperasi masih menjadi alat penting untuk melatih robot humanoid, terutama dalam menangani tugas yang terlalu kompleks, sebagaimana dihimpun dari Gizmochina.