Hiburan

James Wan: “Senang Coba” Sutradarai Avatar 4, Cameron Pertimbangkan Delegasi

Sutradara kenamaan James Wan menyatakan kesediaannya untuk menyutradarai film keempat dari waralaba Avatar, di tengah ketidakjelasan nasib produksi Avatar 4. Pernyataan ini muncul dalam sebuah wawancara dengan Screen Rant, di mana Wan mengungkapkan ketertarikannya jika James Cameron, kreator Avatar, memutuskan untuk mengurangi keterlibatannya dalam waralaba tersebut.

“Saya belum pernah bermain di Avatar. Ya, jika Anda bisa menawarkan proyek bagus untuk saya bersama James Cameron, saya akan senang mencobanya,” ujar Wan, Selasa (06/01/2026).

Cameron Pertimbangkan Delegasi Tugas Sutradara

Sebelumnya, James Cameron sendiri telah mengisyaratkan kemungkinan delegasi tugas penyutradaraan untuk film-film Avatar mendatang. Kepada The Hollywood Reporter, Cameron menyatakan bahwa untuk film keempat, ia kemungkinan masih akan menjadi sutradara, namun akan mendelegasikan lebih banyak tugas sehari-hari kepada sutradara unit kedua. Praktik ini, menurut Cameron, sudah mulai ia lakukan saat menggarap Fire and Ash.

“Saya telah belajar bagaimana memperluas konsep unit kedua,” kata Cameron.

Ia menjelaskan lebih lanjut, “Misalnya, sebagian besar sutradara tidak mengoperasikan kamera mereka sendiri, jadi ketika saya melakukan pengambilan gambar performa, saya mengoperasikan setiap kamera virtual di film pertama. Di film kedua, saya mulai menyerahkan sebagian tugas itu kepada (sutradara unit kedua virtual) Richard Baneham dan orang lain.”

Cameron juga mengungkapkan keinginannya untuk mempercayakan tugas di lapangan kepada orang lain, sementara ia fokus pada tahap penyuntingan. “Saya bisa membayangkan menyerahkan seluruh tugas itu ketika saya sudah mengatur panggung untuk bagaimana sebuah adegan akan berlangsung, dan kemudian saya akan kembali lagi di tahap penyuntingan. Jadi ya, itu mungkin,” ucap Cameron.

Profil James Wan: Dari Horor ke Blockbuster Miliaran Dolar

James Wan dikenal luas sebagai sutradara horor sukses di balik waralaba populer seperti Conjuring, Saw, dan Insidious. Namun, ia juga telah membuktikan kemampuannya dalam menggarap film blockbuster penuh efek khusus. Pada tahun 2018, Wan menyutradarai Aquaman, yang berhasil masuk klub film miliaran dolar. Selain itu, ia juga merupakan produser produktif dengan karya-karya seperti M3GAN.

Masa Depan Waralaba Avatar Bergantung pada Box Office

Mengenai kelanjutan waralaba Avatar, Cameron secara jujur mengakui bahwa semuanya sangat bergantung pada pendapatan box office film Fire and Ash. Meskipun ia tidak menyebutkan angka target spesifik, Cameron menyatakan, “Ini bisa jadi yang terakhir. Kita mungkin mendapati bahwa perilisan Avatar 3 membuktikan betapa menurunnya kualitas pengalaman sinematik saat ini, atau kita mungkin mendapati bahwa itu membuktikan bahwa kualitasnya masih sekuat dulu, tetapi hanya untuk jenis film tertentu.”

“Saat ini seperti lemparan koin. Kita tidak akan tahu sampai pertengahan Januari,” tambahnya.

Meski pernyataan tersebut dibuat sebelum pertengahan Januari, Fire and Ash telah membuktikan keraguan terhadap waralaba ini salah. Setelah 18 hari penayangan, film terbaru Cameron ini berhasil melampaui angka 1 miliar dollar AS (sekitar Rp 16,7 triliun) secara global. Seperti dua film Avatar pertama dan Titanic, Fire and Ash menunjukkan daya tahan luar biasa di bioskop.

Meskipun Fire and Ash mencapai angka satu miliar dolar sedikit lebih lambat dibandingkan The Way of Water (yang mencapainya setelah 14 hari), performanya tetap impresif. Film pertama Avatar menghasilkan 2,9 miliar dollar AS (Rp 48,5 triliun) dan sekuelnya mencapai 2,3 miliar dollar AS (Rp 38,5 triliun). Fire and Ash diperkirakan akan berakhir dengan angka yang lebih rendah dari The Way of Water, namun sulit membayangkan Disney akan menghentikan waralaba yang dengan mudah menembus angka 1 miliar dollar AS.