Hiburan

Javier Bardem Respons Kabar Blacklist Paramount Akibat Bela Palestina: “Ini Tentang Posisi Etis”

Aktor kawakan Javier Bardem akhirnya memberikan tanggapan terkait kabar dirinya masuk dalam daftar hitam atau blacklist Paramount Pictures. Bardem menyatakan tidak terkejut dengan konsekuensi tersebut setelah dirinya secara terbuka menentang aksi militer Israel di Jalur Gaza.

Dalam wawancara terbaru dengan media independen Zeteo, Bardem menyebut tindakan pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai bentuk genosida terhadap rakyat Palestina. Ia juga menjadi salah satu figur publik Hollywood yang menandatangani manifesto penolakan kerja sama dengan perusahaan hiburan yang dinilai mendukung Israel.

“Ini tidak mengejutkan, saya sama sekali tidak terkejut,” ujar Javier Bardem menanggapi kabar pencekalan dirinya di industri film tersebut.

Sikap Moral di Tengah Konsekuensi Profesional

Bardem menekankan bahwa fokus utamanya saat ini bukan pada siapa yang memboikotnya, melainkan pada integritas dalam memilih rekan kerja. Menurutnya, sejarah akan membuktikan kebenaran dari sikap yang diambil saat ini.

“Persoalannya bukan pada siapa yang membuat daftar hitam, melainkan dengan siapa kita memilih untuk bekerja. Semua ini akan terlihat jelas dalam beberapa tahun ke depan,” imbuh Bardem.

Kabar masuknya nama Bardem dalam daftar hitam mencuat setelah Paramount Pictures kini berada di bawah kepemimpinan David Ellison. Bardem dilaporkan masuk dalam daftar tersebut bersama sejumlah aktor papan atas lainnya yang menyuarakan posisi serupa terkait krisis kemanusiaan di Gaza.

Klarifikasi Terkait Tuduhan Kebencian

Meski bersikap keras terhadap kebijakan politik dan militer tertentu, peraih Oscar ini menegaskan bahwa langkahnya bukan didasari oleh kebencian terhadap kelompok etnis atau agama mana pun. Ia ingin meluruskan persepsi publik mengenai motivasi di balik suaranya.

“Saya ingin meluruskan satu hal. Kami tidak menentang orang, kewarganegaraan, agama, atau etnis apa pun,” tegas Bardem. “Kami menentang perusahaan dan institusi yang mendukung genosida, apartheid, serta pendudukan illegal,” tambahnya.

Bardem merupakan bagian dari lebih dari 1.800 pekerja film global yang menandatangani manifesto “Film Workers for Palestine” pada September lalu. Gerakan ini terinspirasi dari boikot budaya terhadap rezim apartheid di Afrika Selatan di masa lampau.

Dukungan dari Sederet Bintang Hollywood

Manifesto tersebut berisi komitmen untuk tidak bekerja sama dengan institusi perfilman Israel yang dianggap terlibat dalam praktik penindasan terhadap rakyat Palestina. Selain Bardem, sejumlah nama besar turut memberikan dukungan mereka, antara lain:

  • Mark Ruffalo
  • Emma Stone
  • Joaquin Phoenix
  • Rooney Mara
  • Andrew Garfield
  • Gael García Bernal
  • Yorgos Lanthimos

Bagi Bardem, risiko kehilangan proyek besar di Hollywood tidak sebanding dengan beban moral jika ia memilih bungkam. Ia menegaskan bahwa pilihan ini adalah bentuk tanggung jawabnya sebagai manusia.

“Ini bukan soal karier saya. Ini tentang posisi etis sebagai manusia,” pungkas Bardem.