Jejak Google Nexus S hingga iPhone 4: Tiga Smartphone yang Pernah Menjadi ‘Otak’ Misi NASA di Luar Angkasa
Eksplorasi luar angkasa identik dengan teknologi mutakhir yang dirancang khusus oleh para ilmuwan. Namun, siapa sangka jika perangkat yang kita gunakan sehari-hari, seperti ponsel pintar, ternyata pernah memegang peran krusial dalam berbagai misi antariksa NASA.
Bukan sekadar alat komunikasi, deretan smartphone dari vendor ternama seperti Samsung, Apple, hingga HTC ini dialihfungsikan menjadi alat eksperimen, pengukur posisi, hingga “otak” bagi satelit mini. Penggunaan teknologi konsumen ini membuktikan bahwa perangkat komersial dapat diadaptasi untuk misi eksplorasi masa depan yang lebih efisien.
1. Google Nexus S: Pionir Smartphone Komersial di ISS
Pada Juli 2011, NASA melengkapi satelit Synchronized Position Hold, Engage, Reorient, Experimental Satellites (SPHERES) dengan Google Nexus S. Ponsel hasil kolaborasi Samsung dan Google ini mencetak sejarah sebagai smartphone komersial pertama yang disertifikasi NASA untuk terbang di pesawat luar angkasa dan disetujui penggunaannya di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
Di ISS, para astronot memanfaatkan Nexus S untuk melakukan survei interior melalui pengambilan foto dan video kamera ponsel. Selain meningkatkan komunikasi antara Bumi dan luar angkasa, perangkat ini menjadi media pembelajaran penting mengenai bagaimana robot dapat mendukung eksplorasi manusia di masa depan.
2. iPhone 4: Mengukur Kecepatan Orbit dengan SpaceLab
Dua unit iPhone 4 turut serta dalam misi terakhir pesawat ulang-alik Atlantis pada Juli 2011. Dibawa oleh kapten Chris Ferguson dan krunya, ponsel besutan Apple ini dibekali aplikasi khusus bernama “SpaceLab for iOS” yang dikembangkan oleh Odyssey Space Research, sebuah perusahaan teknik asal Houston.
Melalui aplikasi tersebut, astronot melakukan serangkaian eksperimen ilmiah, termasuk memotret rangkaian foto garis pantai Bumi. Lebih dari itu, iPhone 4 juga dimanfaatkan untuk menyediakan data krusial mengenai posisi dan kecepatan pesawat saat berada di orbit.
3. HTC Nexus One: Menjadi ‘Otak’ Satelit Murah
NASA meluncurkan tiga unit HTC Nexus One ke orbit Bumi pada April 2013 sebagai bagian dari program satelit eksperimental berbiaya rendah yang disebut PhoneSat. Misi ini bertujuan untuk melihat apakah ponsel pintar dapat dijadikan pusat kendali atau “otak” bagi satelit masa depan.
Dalam misi ini, HTC Nexus One yang menjalankan sistem operasi Android dibungkus dalam kubus logam berukuran empat inci. Selama dua pekan mengorbit pada ketinggian 150 mil, ponsel ini bertugas memotret Bumi dan mengirimkan pesan radio secara berkala sebelum akhirnya terbakar saat memasuki atmosfer. Eksperimen ini menjadi fondasi bagi pengembangan satelit dengan harga yang lebih terjangkau.