Jennifer Lopez Ungkap Standar Baru Cinta di Usia 55 Tahun Pasca-Perpisahan dengan Ben Affleck
LAS VEGAS – Penyanyi dan aktris kenamaan, Jennifer Lopez, kembali menggunakan panggung sebagai medium refleksi personal. Dalam penampilannya baru-baru ini di Las Vegas, bintang berusia 55 tahun itu secara terbuka mengulas perjalanan cintanya, sekaligus menegaskan standar emosional yang kini ia pegang pasca-perpisahannya dengan Ben Affleck.
Momen introspektif tersebut terjadi saat Lopez membawakan lagu debut ikoniknya, “If You Had My Love”, yang dirilis pada tahun 1999 dan menandai awal karier internasionalnya. Di hadapan ribuan penonton, J.Lo mengakui bahwa makna lagu tersebut telah berevolusi seiring dengan fase kehidupannya.
Perjalanan Makna “If You Had My Love”
“Aku menyanyikannya dengan penuh kekuatan sekarang,” ujar Lopez, menjelaskan bahwa lagu itu dulu ia nyanyikan dengan penuh harapan, kemudian sempat dengan kesedihan, dan kini dari posisi kepercayaan diri serta kesadaran diri yang utuh.
Pernyataan ini menggarisbawahi transformasi pandangannya terhadap asmara, yang kini lebih mengedepankan kemandirian dan penghargaan diri.
Cinta Harus Diperjuangkan, Bukan Dianggap Pasti
Dalam penjelasannya yang disambut tepuk tangan meriah penonton, Lopez secara tegas menyampaikan tuntutannya terhadap pasangan di masa depan. “Jika kamu menginginkan cintaku, kamu harus mendapatkannya. Kamu harus memperlakukanku dengan baik, menghormatiku, menerimaku apa adanya, dan mencintaiku,” kata Lopez.
Ucapan tersebut ditafsirkan sebagai pesan kuat bahwa cinta, baginya, bukan lagi sesuatu yang diberikan tanpa syarat. Sebaliknya, ia memandang cinta sebagai sebuah hubungan yang harus dibangun di atas fondasi rasa hormat, tanggung jawab emosional, dan keseimbangan yang sehat.
Mengakui Luka sebagai Bagian Tak Terpisahkan dari Cinta
Lopez juga tidak menampik sisi rapuh dalam riwayat asmaranya. Ia menyebut bahwa patah hati merupakan bagian integral dari cinta. “Tidak ada cinta tanpa patah hati,” ujarnya, seraya menekankan bahwa pengalaman-pengalaman pahit itulah yang justru membentuk kedewasaan emosionalnya saat ini.
Ia bahkan menyinggung bagaimana lagu “If You Had My Love” pernah di-sampling oleh Drake dalam lagu “Teenage Fever”, sebuah indikasi betapa kisah cintanya kerap bersinggungan langsung dengan karya-karya musiknya.
Riwayat Asmara di Bawah Sorotan Publik
Sebagai figur publik global, kehidupan cinta Jennifer Lopez hampir selalu menjadi sorotan media. Hubungannya dengan sejumlah tokoh ternama—mulai dari Marc Anthony, Alex Rodriguez, Sean “Diddy” Combs, hingga pernikahan terbarunya dengan Ben Affleck yang berakhir dengan perceraian pada tahun 2024—telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan panjang tersebut.
Lopez menegaskan, setiap fase dalam hidupnya itu telah membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih kuat dan lebih memahami apa yang benar-benar ia butuhkan dalam sebuah hubungan.
Percaya Cinta dengan Kesadaran Baru
Kini, meski belum mengetahui siapa sosok “cinta berikutnya” dalam hidupnya, Jennifer Lopez menegaskan satu hal penting: siapa pun yang datang harus mampu memenuhi standar emosional yang ia tetapkan. Bagi Lopez, cinta saat ini bukan lagi sekadar romansa semata, melainkan tentang stabilitas, penghormatan, dan cinta pada diri sendiri.
Di usia 55 tahun, Jennifer Lopez menyatakan bahwa ia masih percaya pada cinta—namun bukan cinta yang mengorbankan harga diri. “Cinta, ya. Tetapi tidak dengan harga berapa pun,” pungkasnya, memberikan penekanan pada nilai diri dan batasan emosional yang kini ia junjung tinggi.