Jubir Dharma Pongrekun Somasi Pandji Pragiwaksono Soal Materi Mens Rea, Beri Waktu 14 Hari
Juru bicara pendukung Dharma Pongrekun melayangkan somasi etik terbuka terhadap komika Pandji Pragiwaksono terkait materi dalam pertunjukan stand-up comedy bertajuk “Mens Rea“. Pihak Pandji dituntut memberikan klarifikasi publik dalam kurun waktu 14 hari.
Langkah hukum ini diambil sebagai bentuk keberatan moral atas konten komedi yang dinilai telah melampaui batas kritik politik. Materi tersebut dianggap tidak lagi sekadar menguji gagasan atau rekam jejak kandidat Pilkada DKI Jakarta 2024, melainkan sudah masuk ke ranah penghakiman terhadap pilihan politik masyarakat.
Keberatan Moral Atas Materi Komedi
Ikhsan Tualeka, selaku juru bicara Dharma Pongrekun, menegaskan bahwa somasi etik ini bersifat terbuka. Ia menekankan pentingnya menghormati perbedaan pandangan politik di ruang publik tanpa harus merendahkan pilihan warga.
“Berkas somasi etik ini terbuka sebagai bentuk keberatan moral atas materi stand up Pandji. Kritik seharusnya berhenti pada pengujian gagasan, visi, atau rekam jejak dalam Pilkada DKI 2024. Yang menjadi persoalan adalah ketika narasi humor itu bergerak lebih jauh, yakni mengarah pada penghakiman terhadap pilihan politik warga,” ujar Ikhsan pada Kamis (8/1/2026).
Pihak pendukung Dharma berharap Pandji dapat menunjukkan tanggung jawab etis dengan memberikan penjelasan terbuka. Hal ini dinilai penting untuk menjaga keberagaman sikap politik yang ada di tengah masyarakat.
Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
Selain somasi dari kubu Dharma Pongrekun, Pandji Pragiwaksono juga menghadapi persoalan hukum lainnya. Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah resmi melaporkan sang komika ke Polda Metro Jaya pada Rabu (7/1/2026).
Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan pencemaran nama baik dalam materi pertunjukan yang sama. Rizki Abdul Rahman Wahid, Presedium Angkatan Muda NU, menyatakan bahwa materi Pandji berisiko memecah belah kelompok masyarakat tertentu.
“Menurut kami, beliau merendahkan dan cenderung menimbulkan kegaduhan, khususnya bagi kami sebagai anak muda Nahdliyin dan juga rekan-rekan dari anak muda Muhammadiyah,” kata Rizki.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap laporan serta barang bukti yang diserahkan. Sementara itu, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pandji Pragiwaksono menanggapi rentetan laporan dan somasi tersebut.
Tentang Pertunjukan Mens Rea
Pertunjukan Mens Rea merupakan bagian dari tur live Pandji Pragiwaksono yang digelar sepanjang tahun 2025. Puncak acara tersebut berlangsung di Indonesia Arena, Jakarta Pusat, pada 30 Agustus 2025.
Dalam materinya, Pandji menyoroti berbagai isu mulai dari politik, kesehatan mental, hingga kritik terhadap penegakan hukum. Setelah sukses di panggung live, rekaman pertunjukan tersebut dirilis secara global melalui layanan streaming Netflix pada 27 Desember 2025 tanpa sensor.