Hiburan

Kisah Diding Boneng: Derita Asma, Rumah Ambruk, dan Kerinduan Kembali ke Panggung Akting

Aktor senior Diding Boneng (75) tengah menghadapi masa sulit. Setelah puluhan tahun berkarya di dunia seni peran, ia kini didiagnosis menderita asma dan belum berani kembali ke lokasi syuting. Tak hanya itu, rumah yang telah ditempatinya sejak lahir juga ambruk dan kini dalam proses renovasi.

Perjuangan Melawan Asma

Diding Boneng mengungkapkan bahwa kondisi kesehatannya menurun drastis dalam tiga tahun terakhir. Penyakit asma yang dideritanya merupakan hal baru baginya, mengingat seumur hidup ia tak pernah memiliki riwayat penyakit tersebut.

“Iya, saya sakit sudah sekitar tiga tahun ini. Kata dokter kena asma. Padahal seumur hidup saya tidak pernah punya asma,” ujar Diding saat ditemui di kediamannya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (1/1/2026).

Ia menduga gangguan pernapasan yang dialaminya berkaitan erat dengan aktivitas syuting film yang ia jalani beberapa waktu lalu. Diding terlibat dalam dua proyek film yang sebagian besar pengambilan gambarnya dilakukan di kawasan hutan pada malam hari, dengan penggunaan efek asap buatan yang intens.

“Waktu itu syuting di hutan, 80 persen adegannya malam dan selalu pakai efek asap buatan. Dua judul film, total sekitar 80 hari kena asap terus,” jelasnya.

Sejak mengalami gangguan pernapasan, Diding harus rutin menjalani pengobatan. Ia mengaku mendapatkan perawatan berkala di puskesmas serta pemantauan langsung dari tenaga medis.

“Rutin ke puskesmas. Kemarin dokter juga datang ke sini bawain obat. Kata dokter saya enggak boleh capek, enggak boleh stres, dan harus senang terus. Kalau mikir berat sedikit saja, napas langsung sesak,” tuturnya.

Kerinduan Akting dan Tantangan Ekonomi

Kondisi kesehatan tersebut membuat Diding Boneng belum berani kembali ke lokasi syuting. Meskipun keinginan untuk kembali bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup sangat besar, kondisi fisik menjadi pertimbangan utama.

“Pengennya sih syuting lagi buat cari duit, hehe. Sejak selesai film yang itu, saya belum berani syuting lagi karena kondisi fisik. Tapi ya kalau tidak syuting tidak ada pemasukan besar,” kata Diding.

Meski demikian, Diding tetap aktif berkegiatan. Ia mengisi waktu dengan mengajar workshop teater, berdiskusi, serta memberikan ceramah seputar seni peran di berbagai tempat.

“Saya kalau ada yang manggil ngajar atau diskusi, saya datang. Kantor saya sekarang ya cuma telepon ini, nunggu panggilan kerja,” ujarnya.

Rumah Ambruk dan Proses Renovasi

Di tengah perjuangan melawan penyakit, Diding juga menghadapi musibah robohnya rumah yang telah ditempatinya sejak lahir. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (28/12/2025) akibat hujan deras. Bangunan tersebut diketahui telah berusia lebih dari 100 tahun dan kondisinya sudah lapuk.

Meski demikian, Diding memilih tetap bersyukur karena tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Enggak ada barang berharga yang hancur. Yang berharga cuma nyawa saya saja,” tuturnya.

Setelah mendapat berbagai bantuan dari warga hingga Raffi Ahmad, proses renovasi rumah Diding Boneng dimulai sejak Senin (29/12/2025). Ketua RT 012 RW 008 Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Giman, mengatakan hingga kini progres pembangunan baru mencapai sekitar 10 persen.

“Kalau sekarang hitungannya masih sekitar 10 persen. Baru bagian kamar-kamar yang naik, tingginya sudah sekitar tiga meter. Luas tanahnya 161 meter persegi. Dulu tidak semua lahan dibangun, tapi sekarang rencananya akan dimaksimalkan,” ujar Giman saat ditemui di rumah Diding Boneng, Matraman, Jakarta Pusat, Jumat (2/1/2026).

Menurut Giman, rumah tersebut dibongkar total dan dibangun kembali dari awal menggunakan material yang lebih kuat.

“Dibongkar total, dibangun dari nol lagi karena kondisinya sudah ambruk. Kita tata ulang supaya kamarnya lebih rapi,” katanya.

Giman menargetkan renovasi rumah dapat rampung dalam waktu sekitar dua bulan. Saat ini, fokus utama pengerjaan adalah pemasangan atap agar pembangunan dapat terus berjalan meski hujan.

“Target utama kami sekarang pasang atap dulu. Harapannya dalam satu bulan atap sudah terpasang. Secara keseluruhan, finishing mungkin butuh waktu sekitar dua bulan,” ujar Giman.

Adapun rumah Diding Boneng nantinya direncanakan memiliki lima kamar tidur. “Tadinya empat kamar, lalu sempat jadi tujuh. Akhirnya direnovasi lagi supaya lebih luas karena anak-anaknya sudah besar. Sekarang rencananya dibuat jadi lima kamar,” ucap Giman.