Hiburan

Kisah Jujur Sheila Marcia kepada Putrinya: Mengurai Masa Lalu demi Masa Depan Leticia

Aktris Sheila Marcia mengambil langkah berani dengan jujur menceritakan masa lalunya kepada Leticia Joseph, putrinya dari musisi Anji. Keputusan ini diambil setelah sebelumnya Sheila sempat berbohong mengenai asal-usul Leticia saat putrinya masih kecil, dengan menyebutnya berasal dari terigu dan telur.

Sheila mulai membuka diri dan bercerita jujur ketika Leticia dianggap sudah cukup dewasa dan mampu menerima fakta tersebut. Ia membagikan caranya menyampaikan pengalaman masa lalu yang ia harapkan berhenti di dirinya dan tidak terulang pada anaknya.

Mengakui Kesalahan dan Membangun Harapan

Dalam sebuah kesempatan di kanal YouTube Curhat Bang Denny Sumargo, Sheila menjelaskan dialognya dengan Leticia. “Aku bilang kayak ‘Tisya, you know, yang sebenarnya yang seharusnya, yang benar adalah perempuan dan laki-laki menikah, kemudian baru Tuhan karuniakan anak,'” ujar Sheila.

Ia melanjutkan, “Nah karena kesalahannya mama, sebelum menikah mama sudah ada Tisya. Tapi Tisya enggak salah, yang salah mama yang berbuat.” Sheila berupaya keras memberikan pemahaman kepada putrinya bahwa Leticia bukanlah sebuah kesalahan, melainkan berkah dari Tuhan yang diciptakan dengan penuh cinta.

“Tisya tetap ada karena Tuhan tenun Tisya with wholeheartedly, dengan cintanya Tuhan ke Tisya di wombnya mama,” ucap Sheila, mengulang perkataannya saat memberi pengertian kepada Leticia.

Sheila juga mengakui bahwa tindakannya di masa lalu adalah sebuah kesalahan. Ia menekankan bahwa setiap orang bisa berbuat salah, namun yang membedakan adalah cara mereka merespons kesalahan tersebut. “Maksud aku adalah, ketika mama berbuat salah dan mama responsnya benar, tidak membuang Tisya, merawat Tisya dengan benar-benar hikmat dan benar-benar berserah sama Tuhan, mama percaya bahwa He will make you great,” jelasnya.

Ia menambahkan, “You can not change the past kan. Enggak bisa ganti yang sudah terjadi, tapi kamu bisa tentukan masa depan.”

Membesarkan Hati dan Memutus Rantai

Tidak hanya menjelaskan posisi putrinya, Sheila juga mempersiapkan Leticia menghadapi kemungkinan risiko seperti cacian atau hinaan dari orang lain. “Mungkin kita akan dicaci maki, akan dihina dan segala macam, tapi pada akhirnya semuanya untuk kemuliaan Tuhan,” kata Sheila.

“Dan sekali lagi, enggak cuma aku yang pernah melalui itu, dan enggak cuma Tisya yang melalui itu,” imbuhnya, berusaha membesarkan hati Leticia.

Sheila berharap, dengan kejujuran ini, putrinya tidak hanya meminimalisir rasa sakit hati jika tahu dari orang lain, tetapi juga untuk mencegah hal serupa terulang di masa depan. “Setidaknya dia punya bekal nih dari Sheila sekarang yang untuk supaya dia bisa jaga diri jauh lebih baik daripada Sheila,” ujar Sheila.

Dengan penuh keyakinan, Sheila menyatakan, “You are the one who break the curse consciously. Kalau tidak ada lagi hamil di luar nikah di keluarga ini, from you, I said. Dan aku percaya itu harus di declare, harus diperkatakan. You are precious no matter what.”

Respons Leticia: Menerima dengan Kedewasaan

Mendapat penjelasan di usianya yang sudah menginjak remaja dan telah memiliki pendidikan yang cukup mengenai reproduksi, Leticia lebih mudah memahami dan menerima semua perkataan Sheila. “Iya. Soalnya mama juga enggak mau Tisya sakit hati gitu loh (tahu) dari orang,” kata Leticia.

“Jadi Tisya kalau denger kayak ‘ya udah sih kan itu juga udah lama kan.’ Jadi Tisya ya enggak masalah,” sambungnya, menunjukkan kedewasaan dalam merespons masa lalu ibunya.