Kreator Konten Sherly Annavita Ungkap Teror Bertubi-tubi Usai Kritik Penanganan Bencana Sumatera
Kreator konten asal Aceh, Sherly Annavita, mengaku telah menerima serangkaian teror setelah menyampaikan pandangannya terkait penanganan bencana di Sumatera. Pengakuan ini disampaikan Sherly melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Kamis (1/1/2026).
Sherly menyebut teror yang diterimanya terjadi secara bertubi-tubi, baik melalui pesan pribadi maupun tindakan intimidasi langsung di dunia nyata. “SAYA DITEROR!!! YUK BAGIKAN AGAR JADI KESADARAN BERSAMA. Dm instagram dan no pribadi juga sudah berhari-hari tidak luput dari makian dan ancaman,” tulis Sherly dalam keterangan unggahannya.
Ia berharap praktik intimidasi semacam ini tidak terus berlanjut karena dinilai merugikan banyak pihak. “Semoga cara-cara seperti ini tidak lagi dilanjutkan. Karena merugikan kita semua sebagai sebuah bangsa. NB lokasi di Jakarta,” lanjut Sherly.
Sherly menuturkan, teror tersebut semakin terasa setelah dirinya, yang berasal dari Aceh/Sumatera, ikut memberikan pandangan di beberapa acara televisi terkait bencana di Sumatera. Ia juga menyebut beberapa influencer lain yang menyuarakan hal serupa turut mengalami perlakuan sejenis.
“Teror-teror ini terasa sekali setelah Sherly yang memang berasal dari Aceh/ Sumatera, ikut memberikan pandangan di beberapa acara TV terkait Bencana di Sumatera. Beberapa influencer lain yang bersuara sama juga ternyata mengalami perlakuan serupa,” tulis Sherly.
Situasi ini mengingatkan Sherly pada pengalaman serupa yang dialaminya pada 2019 lalu. Saat itu, ia bersikap kritis terhadap wacana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.
“Teror ini juga mengingatkan Sherly pada pengalaman yang sama tahun 2019 lalu setelah ikut tampil di ILC mengkritisi ide pemindahan Ibu Kota di masa Presiden Jokowi,” ungkapnya.
Meski mendapat tekanan, Sherly menegaskan bahwa sikap kritisnya tidak dilandasi kebencian terhadap pemerintah maupun tokoh politik tertentu, termasuk Presiden Prabowo Subianto. Ia menjelaskan bahwa pilihan politiknya pada Pemilihan Presiden (Pilpres) lalu merupakan bentuk prinsip pribadi terhadap isu pelanggaran kode etik, namun tetap menghormati para pemimpin negara.
“Sherly dan teman influencer lain bukan musuh negara, juga sama sekali bukan musuh Pak Prabowo,” tulisnya dalam unggahan tersebut.
Deretan Teror yang Dialami Sherly Annavita
Dalam unggahannya, Sherly membagikan sederet bukti teror yang dialaminya:
- Perusakan dan Penandaan Kendaraan Pribadi
Sherly mengunggah foto mobil pribadinya yang telah dicorat-coret menggunakan cat semprot berwarna merah. Tanda silang besar terlihat di bagian kap mesin dan bodi samping mobil. “Saya Diteror!! Malam tadi teror jadi semakin jelas ditunjukan. Kendaraan Sherly diberi tanda oleh pihak-pihak tertentu,” tulis Sherly.
- Pelemparan Telur Busuk ke Tempat Tinggal
Selain kendaraan, kediaman pribadi Sherly juga menjadi sasaran. Ia melaporkan adanya pelemparan satu kantung telur busuk yang mengenai area tempat tinggalnya. Tindakan ini dianggap sebagai upaya untuk mengganggu ketenangan dan memberikan tekanan psikologis.
- Surat Ancaman dan Pesan Intimidasi
Pelaku juga meninggalkan surat fisik yang berisi pesan bernada ancaman. Dalam salah satu foto, terlihat surat yang meminta Sherly untuk tidak menggiring opini sesat atau memanfaatkan isu bencana di Aceh demi popularitas. Surat itu berisi “SHERLY…!! JGN KAU MAANFA ATKAN BENCANA DI ACEH UNTUK MENCARI POPULARITAS MURAHAN DAN UNTUK MENAMBAH CUAN BUAT KAMU PRIBADI JGN KAMU MENGIRING OPINI SESAT”.
- Serangan di DM
Tak hanya fisik, serangan juga masif terjadi di ranah digital melalui pesan singkat (DM) dari akun-akun anonim. Isi pesannya meminta Sherly berhenti berbicara soal bencana Sumatera. Beberapa di antaranya berbunyi: “Mati aja lu sampah”, “Babi droe, han usah jak peu-rusoh Aceh leuh media. Seharusnyan ta bantu, han ta peu-tamah masalah”, dan “Kerudung dusta, cuma bisa nyebar dusta hati hati masuk neraka l o”.
- Penyebaran Poster Fitnah
Sherly menyebutkan adanya penyebaran poster-poster bermuatan fitnah terhadap dirinya secara masif. Ia menduga gerakan ini diorkestrasi oleh pihak tertentu karena pola serangannya yang terjadi secara serempak dan beruntun.
Di akhir unggahannya, Sherly menyerukan agar segala bentuk teror terhadap warga negara segera dihentikan. Ia menegaskan bahwa kebebasan berpendapat merupakan hak yang dilindungi oleh konstitusi.
“HENTIKAN TEROR TEROR SEPERTI INI TERHADAP ANAK-ANAK BANGSA. YUK, SHARE AGAR JADI KEWASPADAAN BERSAMA,” tutur Sherly.