Manajer Farel Prayoga Ungkap Dugaan Pemalsuan Akta Kelahiran, Siap Lapor Komisi Perlindungan Anak
Perseteruan antara penyanyi cilik Farel Prayoga dan orang tuanya memasuki babak baru. Pihak manajemen Farel berencana meminta perlindungan kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyusul dugaan pemalsuan dokumen negara terkait akta kelahiran sang pelantun “Ojo Dibandingke”.
Manajer Farel, Muhammad Rais, menyatakan langkah ini diambil untuk melindungi hak-hak Farel yang merasa tertekan dengan situasi keluarganya. Rais menuding adanya ketidaksesuaian antara fakta biologis dan dokumen administrasi Farel.
“Sebenarnya mereka itu nanti akan kena (masalah hukum). Karena kenapa? Mereka memalsukan dokumen negara,” ujar Rais saat dihubungi pada Minggu (4/1/2026).
Rais menjelaskan, akta kelahiran Farel tidak mencantumkan nama ibu kandungnya. Hal ini diperkuat oleh pernyataan ibu tiri Farel, Ibu Siti, yang sebelumnya menyebut Farel sebagai anak di luar nikah. “Berarti tidak terdaftar secara hukum negara,” jelas Rais.
Menurut Rais, secara hukum dan agama, nasab anak seharusnya mengikut ke ibu kandung jika pernikahan tidak tercatat resmi. Poin inilah yang akan menjadi salah satu materi aduan ke KPAI.
“Saya lagi menentukan jadwal (ke KPAI). Saya sudah ngobrol, tinggal pertemuan saja,” tandasnya. Pihak manajemen berharap KPAI dapat memberikan perlindungan dan solusi terbaik bagi masa depan Farel Prayoga.
Awal Mula Polemik Keuangan
Polemik ini mencuat setelah pengakuan mengejutkan Farel Prayoga dalam siniar bersama Denny Sumargo. Dalam perbincangan tersebut, Farel mengaku kini hidup dalam keterbatasan ekonomi, meski sebelumnya dikenal sebagai penyanyi cilik dengan jadwal manggung padat.
“Uang yang dikumpulkan habis, tinggal Rp 10.000. Tidak ada isinya di rekening,” ujar Farel lirih di kanal YouTube Denny Sumargo.
Farel juga menceritakan pengalaman saat mendapati saldo ATM miliknya hanya tersisa Rp 56.000, dari yang sebelumnya disebut mencapai ratusan juta rupiah. Saat mempertanyakan hal tersebut, Farel mengaku justru dituding boros oleh orang tuanya.
Sebelumnya, perselisihan antara keluarga kandung Farel dan pihak manajemen memanas terkait tudingan penggunaan uang. Joko, ayah kandung Farel, membantah keras tudingan manajer Muhammad Rais yang menyebut dirinya telah menghabiskan uang hasil kerja sang anak hingga Rp 10 miliar.
Melalui unggahan di akun TikTok @fareluniverse, Joko menantang pihak manajemen untuk membuktikan klaim tersebut secara terbuka. Belakangan, Farel menduga sebagian uang hasil jerih payahnya digunakan oleh anggota keluarga untuk kepentingan pribadi, termasuk pembelian seekor kuda tanpa sepengetahuannya.