Marvel Studios Rilis Trailer Perdana Wonder Man, Soroti Sisi Satir Dunia Superhero Hollywood
Marvel Studios secara resmi merilis trailer perdana untuk serial terbarunya, Wonder Man, yang dijadwalkan tayang pada awal tahun 2026 di platform Disney+. Cuplikan video ini menawarkan gambaran awal mengenai Simon Williams, karakter utama yang diperankan oleh aktor Yahya Abdul-Mateen II, serta menandai kembalinya karakter favorit penggemar, Trevor Slattery yang diperankan oleh Ben Kingsley.
Dilansir Screen Rant pada Jumat (2/1/2026), trailer tersebut menunjukkan pendekatan yang berbeda dari serial Marvel Cinematic Universe (MCU) pada umumnya. Serial ini mengusung nada satir yang tajam terhadap industri Hollywood, di mana Simon Williams digambarkan sebagai seorang aktor yang tengah berjuang meniti karier dan mengikuti berbagai audisi untuk peran superhero.
Pendekatan Satir dan Dunia Hollywood
Dalam trailer, Simon terlihat mengikuti audisi untuk peran utama dalam sebuah film daur ulang (remake) berjudul “Wonder Man”. Uniknya, ia harus menyembunyikan kekuatan super aslinya demi mendapatkan peran tersebut. Serial ini tampaknya akan menyoroti sisi meta dari dunia superhero, di mana keberadaan pahlawan super di dunia nyata MCU justru menjadi materi hiburan bagi masyarakat di dalamnya.
Salah satu sorotan utama dalam trailer adalah interaksi antara Simon Williams dan Trevor Slattery. Trevor, seorang aktor gagal yang sebelumnya muncul di Iron Man 3 dan Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings, terlihat berperan sebagai mentor bagi Simon dalam menavigasi dunia akting yang keras dan penuh tantangan.
Karakter dan Tim Produksi
Selain Yahya Abdul-Mateen II dan Ben Kingsley, serial ini juga akan menampilkan Demetrius Grosse sebagai Eric Williams (Grim Reaper) dan Ed Harris sebagai agen Simon, Neal Saroyan. Wonder Man digarap oleh sutradara Shang-Chi, Destin Daniel Cretton, bersama penulis Andrew Guest.
Serial ini dijadwalkan tayang perdana di layanan streaming Disney+ pada 27 Januari 2026. Wonder Man menjadi salah satu proyek yang paling dinanti karena menjanjikan nuansa komedi dan kritik sosial terhadap fenomena “kelelahan superhero” (superhero fatigue), namun dikemas dari sudut pandang karakter yang hidup di dalam semesta para pahlawan itu sendiri.