Mengungkap Sisi Lain Kekuasaan: Momen-Momen Krusial Pemerintah Dunia One Piece Tak Selalu Berjaya
Sebagai penguasa resmi dunia dalam semesta One Piece, Pemerintah Dunia dibangun di atas fondasi kekuatan militer, legitimasi hukum, dan kontrol informasi yang ketat. Mereka memproyeksikan citra otoritas yang tak tergoyahkan, mampu mengendalikan narasi dan menekan setiap ancaman.
Namun, dalam perjalanan panjang sejarah One Piece, terdapat sejumlah insiden besar yang secara substansial memperlihatkan pola kegagalan. Momen-momen ini bukan sekadar kekalahan fisik, melainkan kegagalan sistemik yang meninggalkan dampak jangka panjang, bahkan menjadi fondasi bagi runtuhnya tatanan lama. Meskipun secara teknis mereka mungkin terlihat “menang”, tujuan utama mereka kerap kali gagal tercapai.
Berikut adalah delapan momen krusial yang menunjukkan bahwa Pemerintah Dunia tidak selalu berkuasa penuh:
1. Insiden God Valley: Kekalahan yang Dihapus dari Sejarah
Insiden God Valley merupakan kekalahan yang begitu memalukan bagi Pemerintah Dunia hingga harus dihapus dari sejarah resmi dan diubah narasi kejadian sebenarnya. Acara perburuan manusia yang kejam, diselenggarakan oleh Pemerintah Dunia, gagal total akibat intervensi dari Bajak Laut Rocks dan Bajak Laut Roger. Bahkan, Imu harus turun tangan langsung untuk mengendalikan Rocks yang tak terkendali, memaksa Roger dan Garp untuk bekerja sama mengalahkannya.
Fakta bahwa insiden ini disembunyikan sepenuhnya menunjukkan bahwa hasil akhirnya tidak sesuai dengan citra “penguasa tak terkalahkan” yang ingin mereka pertahankan. Kekalahan di God Valley adalah bukti awal bahwa Pemerintah Dunia tidak selalu memegang kendali penuh atas kekuatan dunia.
2. Insiden Ohara: Pengetahuan Abad Kekosongan yang Lolos
Ohara sering dianggap sebagai kemenangan brutal Pemerintah Dunia, tetapi secara substansi justru merupakan kegagalan besar. Tujuan utama mereka adalah menghapus pengetahuan tentang Abad Kekosongan, namun Nico Robin berhasil lolos dan membawa warisan itu ke masa depan. Belum lagi, Saul dan para raksasa sukses mengamankan buku-buku bersejarah peninggalan para arkeolog Ohara.
Karena kegagalan ini, hingga alur cerita sekarang, Pemerintah Dunia memiliki misi untuk melenyapkan Nico Robin, sebagai simbol kegagalan mereka di Ohara.
3. Insiden Enies Lobby: Otoritas yang Bisa Dilawan
Di Water 7, Pemerintah Dunia hampir meraih kemenangan dengan berhasil membawa Nico Robin, satu-satunya penyintas Ohara yang bisa membaca Poneglyph, untuk dieksekusi. Namun, kru Topi Jerami, yang merupakan Nakama Robin, justru melawan Pemerintah Dunia hingga ke Enies Lobby.
Penyerangan terhadap Enies Lobby adalah kekalahan simbolik yang tidak bisa ditutup-tutupi. Salah satu pilar hukum Pemerintah Dunia dihancurkan, CP9 dikalahkan, dan target utama mereka, Nico Robin, berhasil direbut kembali. Pembakaran bendera Pemerintah Dunia menjadi simbol bahwa otoritas mereka bukan sesuatu yang sakral dan tidak tersentuh, melainkan bisa dilawan secara terbuka.
4. Insiden Sabaody: Wajah Asli Tenryuubito Terungkap
Di Sabaody, situasi menjadi kacau balau akibat kehadiran Monkey D. Luffy dan para Worst Generation, yang mengganggu Tenryuubito serta sindikat penjualan manusia. Luffy bahkan berani meninju seorang Tenryuubito.
Sabaody menunjukkan kegagalan total Pemerintah Dunia dalam mengendalikan situasi sipil dan militer secara bersamaan. Meskipun melibatkan Admiral dan Pacifista, mereka gagal menangkap target utama dan justru membiarkan kekacauan menyebar. Insiden ini juga membuka wajah asli sistem Tenryuubito ke publik, merusak legitimasi moral yang selama ini mereka lindungi.
5. Insiden Impel Down: Penjara Teraman yang Kebobolan
Sebagai penjara paling aman di dunia, Impel Down seharusnya menjadi simbol kontrol absolut. Namun, kebobolan besar-besaran yang terjadi di dalamnya memperlihatkan rapuhnya sistem keamanan Pemerintah Dunia. Luffy sukses masuk tanpa terdeteksi dan berhasil keluar dengan membawa banyak tahanan yang ikut kabur, belum lagi mereka yang terlibat dan ikut dengan Kurohige.
Lebih dari sekadar pelarian tahanan, insiden ini melahirkan kembali ancaman-ancaman lama yang kemudian mengguncang keseimbangan dunia secara lebih luas. Karena hal ini, Pemerintah Dunia bahkan menyembunyikan kabar bobolnya Impel Down dari seluruh dunia.
6. Insiden Marineford: Kalah dalam Perang Narasi
Meskipun berhasil mengeksekusi Portgas D. Ace dan bahkan ikut membunuh Edward Newgate alias Shirohige dalam prosesnya, Pemerintah Dunia sebenarnya kalah dalam perang narasi. Dunia menyaksikan secara langsung kelemahan mereka, sementara Shirohige justru mengobarkan era baru dengan mengonfirmasi keberadaan One Piece dan membuat para bajak laut lain makin semangat mencari harta itu.
Insiden Marineford menjadi titik balik di mana “kemenangan militer” justru mempercepat runtuhnya keseimbangan lama.
7. Insiden Levely: Pusat Kekuasaan yang Tersusupi
Levely yang seharusnya menjadi simbol stabilitas politik global justru berubah menjadi salah satu kegagalan paling memalukan bagi Pemerintah Dunia. Dalam insiden ini, Pasukan Revolusi berhasil menyusup langsung ke Mary Geoise, pusat kekuasaan Tenryuubito yang selama ini dianggap mustahil ditembus.
Keberhasilan Sabo dan para komandan Pasukan Revolusi membebaskan Bartholomew Kuma menandai runtuhnya ilusi keamanan absolut Mary Geoise. Lebih dari sekadar penyelamatan, aksi ini memperlihatkan kepada dunia bahwa bahkan simbol tertinggi penindasan dapat disentuh dan dilawan. Dalam kekacauan tersebut, Sabo juga menjadi salah satu saksi hidup eksistensi Imu, sosok yang seharusnya tidak pernah diketahui publik, menjadikan insiden ini ancaman langsung terhadap rahasia terbesar Pemerintah Dunia.
8. Insiden Egghead: Kemenangan Taktis, Kekalahan Strategis
Insiden Egghead menjadi contoh paling jelas bagaimana Pemerintah Dunia bisa menang secara taktis, tetapi kalah secara strategis. Meskipun mereka berhasil mengeksekusi Dr. Vegapunk, tujuan utama operasi ini, yaitu membungkam pengetahuan, tidak sepenuhnya tercapai.
Justru sesudah kematiannya, Vegapunk berhasil memicu siaran global yang membuka berbagai informasi penting tentang dunia, sesuatu yang selama ini mati-matian disembunyikan oleh Pemerintah Dunia. Lebih jauh lagi, Monkey D. Luffy dan Nico Robin berhasil lolos dari kepungan besar-besaran yang melibatkan kekuatan militer tingkat tinggi. Keberhasilan pelarian ini sangat krusial, karena Robin tetap menjadi kunci sejarah dunia, sementara Luffy adalah simbol kebebasan dengan kekuatan Nika yang kini jadi target utama Pemerintah Dunia.
Momen-momen ini menunjukkan bahwa meskipun Pemerintah Dunia memiliki kekuatan besar, mereka tidak selalu berhasil mencapai tujuan utama mereka, dan seringkali kegagalan ini justru memicu perubahan besar di dunia One Piece.