Hiburan

MTV Resmi Hentikan Saluran Musik 24 Jam Terakhir, ‘Video Killed The Radio Star’ Jadi Penutup Sejarah

Era saluran televisi musik 24 jam secara resmi berakhir. MTV, ikon budaya pop global, telah menghentikan seluruh saluran khusus video musik terakhirnya di berbagai negara, ditandai dengan pemutaran lagu legendaris “Video Killed The Radio Star” dari The Buggles sebagai penutup.

Mulai Selasa, 31 Desember 2025, MTV menghapus saluran-saluran video musik 24 jam yang masih beroperasi di Inggris, termasuk MTV Music, MTV 80s, MTV 90s, Club MTV, dan MTV Live. Saluran-saluran tersebut tidak lagi tersedia di berbagai platform televisi berbayar seperti Sky dan Virgin Media. Meskipun demikian, saluran utama MTV di Inggris masih mengudara, namun fokusnya kini beralih pada tayangan serial realitas dan hiburan non-musik.

Pemilihan lagu “Video Killed The Radio Star” memiliki makna simbolis yang kuat. Lagu bergenre new wave yang dirilis pada 1979 itu merupakan video musik pertama yang diputar MTV saat pertama kali mengudara di Amerika Serikat pada 1 Agustus 1981, menandai dimulainya revolusi musik visual.

Paramount Skydance, perusahaan induk MTV, juga menutup saluran musik MTV di sejumlah negara lain. Penutupan ini mencakup wilayah Irlandia, Jerman, Austria, Polandia, Prancis, Hungaria, Australia, dan Brasil, menunjukkan skala restrukturisasi yang luas.

Sejak diluncurkan pada 1981, MTV dengan cepat menjadi fenomena global. Saluran ini memainkan peran krusial dalam membentuk industri musik visual, mulai dari penayangan perdana video “Thriller” milik Michael Jackson yang ikonik hingga siaran konser amal global Live Aid selama 16 jam pada 1985. Di Eropa, MTV Europe mulai mengudara pada 1987, dibuka dengan lagu “Money for Nothing” dari Dire Straits, sementara MTV UK hadir pada 1997 sebelum akhirnya berhenti menayangkan video musik secara reguler pada 2011.

Pergeseran kebiasaan konsumsi musik menjadi pendorong utama perubahan ini. Video musik kini lebih banyak diakses melalui platform digital seperti YouTube dan media sosial, dibandingkan televisi konvensional. Kondisi ini mendorong MTV untuk beralih fokus ke konten hiburan lain, termasuk serial realitas populer seperti Ex On The Beach dan Teen Mom UK. Meskipun demikian, MTV masih mempertahankan beberapa program musik unggulan, salah satunya ajang tahunan MTV European Music Awards.

Penutupan saluran musik ini juga terjadi di tengah restrukturisasi besar pasca-penggabungan Paramount Global dengan Skydance Media. Kesepakatan senilai 8 miliar dollar AS (sekitar Rp125,6 triliun) yang tercapai pada Agustus lalu ini mendorong CEO Skydance, David Ellison, untuk melakukan efisiensi biaya. Ellison juga dikabarkan tengah mempertimbangkan strategi untuk menghidupkan kembali merek MTV, salah satunya dengan mengubahnya menjadi layanan streaming digital yang berpotensi bersaing dengan platform seperti YouTube dan Spotify.

Dengan demikian, penutupan saluran musik MTV menandai berakhirnya satu era penting dalam sejarah industri musik global. Era di mana televisi menjadi jendela utama bagi generasi penikmat musik untuk menemukan idola, membentuk selera, dan menjadi bagian dari budaya pop.