Polda Metro Jaya Tetapkan Richard Lee Sebagai Tersangka Atas Laporan Produk Kecantikan Doktif
Polda Metro Jaya resmi menetapkan dokter sekaligus pembuat konten kecantikan, Richard Lee, sebagai tersangka. Penetapan status hukum ini merupakan tindak lanjut dari laporan yang dilayangkan oleh kreator konten Doktif pada 2 Desember 2024 lalu.
Laporan dengan nomor LP/B/7317/XII/2024/SPKT Polda Metro Jaya tersebut menyeret Richard Lee dalam dugaan pelanggaran serius terkait produk kecantikan. Ia dituding melakukan penjualan produk yang tidak sesuai dengan klaim kandungan, adanya persoalan sterilitas pada produk injeksi DNA Salmon yang dipasarkan melalui Klinik Kecantikan Athena, hingga praktik pengemasan ulang produk kecantikan.
Rekam Jejak Pendidikan dan Perjalanan Karier
Richard Lee lahir di Medan pada 11 Oktober 1985. Sebelum dikenal luas sebagai pembuat konten edukasi skincare, ia menempuh pendidikan di SMA Xaverius 1 Palembang dan merupakan alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya angkatan 2008.
Ia kemudian memperdalam keilmuannya dengan meraih gelar Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) dari Universitas Respati Indonesia. Pada tahun 2021, Richard menyelesaikan program S3 (PhD) di Atlantic International University (AIU), Amerika Serikat.
Kariernya dimulai pada tahun 2011 saat ia dipercaya bekerja di salah satu anak perusahaan Sinarmas Group Palembang. Dua tahun berselang, tepatnya pada 2013, ia mendirikan Klinik Kecantikan Athena yang kini telah berekspansi ke berbagai daerah di Indonesia.
Kontroversi dan Gurita Bisnis Richard Lee
Ini bukan kali pertama Richard Lee berurusan dengan hukum. Sebelumnya, ia sempat terlibat konflik panjang dengan artis Kartika Putri pada Desember 2020. Perseteruan itu bermula saat Richard mengulas krim wajah lokal Helwa Beauty yang disebutnya mengandung merkuri dan hidrokuinon berdasarkan hasil uji laboratorium.
Selain mengelola Klinik Athena, Richard Lee juga memiliki lini produk perawatan kulit dengan merek dr. Hen yang diproduksi di pabrik kecantikan miliknya sendiri. Belakangan, ia juga aktif sebagai kreator konten YouTube yang membahas berbagai isu viral di media sosial di luar topik kecantikan.