Hiburan

Ratu Camilla Ungkap Pengalaman Traumatis Diserang Orang Tak Dikenal: “Saya Melawan Balik”

Ratu Camilla akhirnya mengungkap sebuah kisah pribadi yang selama puluhan tahun ia simpan rapat. Dalam sebuah wawancara radio, istri Raja Charles III tersebut menceritakan pengalaman traumatis saat dirinya menjadi korban penyerangan fisik oleh orang tidak dikenal ketika masih remaja.

Pengakuan ini disampaikan Camilla saat menjadi narasumber dalam program Today di BBC Radio 4 yang membahas isu kekerasan terhadap perempuan. Kejadian tersebut berlangsung di sebuah kereta api saat ia tengah asyik membaca buku.

“Seseorang yang tidak saya kenal menyerang saya. Saya melawan balik,” tutur Camilla dalam wawancara tersebut.

Luka Emosional dan Kemarahan yang Terpendam

Camilla mengenang dengan jelas momen ketika ia tiba di rumah setelah insiden tersebut. Ibunya langsung menyadari ada sesuatu yang salah karena kondisi fisiknya yang berantakan.

Ia menceritakan bahwa saat itu rambutnya sangat kacau dan kancing mantelnya terlepas. Namun, bagi Camilla, dampak yang paling membekas bukanlah luka fisik, melainkan rasa marah yang terus menghantuinya selama bertahun-tahun.

Pengalaman pahit ini diakui Camilla menjadi alasan di balik kedekatan emosionalnya dengan isu kekerasan berbasis gender. Perasaan itu kembali mencuat saat ia mendengar tragedi kekerasan dalam rumah tangga yang menimpa keluarga Hunt.

Simpati untuk Keluarga Hunt

Wawancara yang diedit oleh mantan Perdana Menteri Inggris Theresa May ini juga menjadi momen bagi Camilla untuk menyampaikan simpati kepada John Hunt. Komentator balap tersebut kehilangan istri dan dua putrinya dalam sebuah serangan tragis di Bushey, Hertfordshire, pada Juli tahun lalu.

Carol Hunt bersama dua putrinya, Hannah dan Louise, tewas dibunuh oleh mantan pasangan Louise. Tragedi ini sempat mengguncang publik Inggris dan memicu diskusi luas mengenai perlindungan terhadap perempuan.

Kepada John Hunt dan putrinya yang selamat, Amy, Camilla memberikan pesan penguatan. Ia meyakini bahwa anggota keluarga yang telah tiada akan merasa bangga melihat keberanian mereka untuk berbicara terbuka.

Camilla menekankan bahwa proses pemulihan dari trauma dan kehilangan besar tidak pernah terjadi secara instan. Dibutuhkan keteguhan hati untuk terus melangkah maju setiap harinya.

“Kita harus mencari kekuatan, sedikit demi sedikit, untuk melewati satu jam berikutnya, satu hari berikutnya,” ujarnya.

Melalui keterbukaan ini, Ratu Camilla menegaskan komitmennya untuk terus menyuarakan isu kekerasan terhadap perempuan. Baginya, hal ini bukan sekadar agenda publik, melainkan sebuah realitas hidup yang pernah ia rasakan sendiri.