Ryan Coogler Ungkap Naskah Awal Black Panther 2: Kisah T’Challa dan Putranya Sebelum Kepergian Chadwick Boseman
Sutradara Ryan Coogler baru-baru ini membuka tabir di balik pengembangan awal sekuel Black Panther, mengungkapkan detail naskah yang ditulis sebelum kepergian tragis Chadwick Boseman pada Agustus 2020. Naskah tersebut, yang berpusat pada hubungan mendalam antara T’Challa dan putranya yang berusia delapan tahun, kini menjadi pengingat akan potensi cerita yang tak terwujud.
Boseman, yang dikenal luas sebagai pemeran T’Challa di Marvel Cinematic Universe, meninggal dunia pada usia 43 tahun setelah berjuang melawan kanker usus besar selama empat tahun. Kondisi kesehatannya ini tidak pernah ia ungkapkan ke publik, menjadikan kepergiannya sebuah kejutan besar bagi dunia hiburan.
Kisah Ayah dan Anak di Naskah Awal
Dalam wawancara di podcast Happy Sad Confused, Coogler menjelaskan bahwa naskah asli Black Panther 2 dirancang untuk menempatkan petualangan ayah dan anak sebagai inti emosional film. Salah satu elemen kunci adalah Ritual Delapan, sebuah tradisi Wakanda yang mengharuskan seorang pangeran berusia delapan tahun menghabiskan delapan hari di hutan bersama ayahnya.
“Selama delapan hari itu, sang anak boleh mengajukan pertanyaan apa pun kepada ayahnya, dan ayahnya harus menjawab,” ujar Coogler, mengutip esensi ritual tersebut.
Konflik utama dalam naskah tersebut muncul ketika Namor, karakter yang pada versi final diperankan oleh Tenoch Huerta, melancarkan serangan di tengah ritual sakral itu. T’Challa harus menghadapi ancaman berbahaya sambil tetap mematuhi aturan ritual yang belum pernah dilanggar sebelumnya.
“Itu gila. Chadwick akan melakukannya dengan luar biasa,” kenang Coogler dengan nada penyesalan. “Tapi hidup memang berjalan seperti itu.”
Naskah yang Tak Terbaca
Coogler mengonfirmasi bahwa naskah setebal sekitar 180 halaman itu telah rampung dan sempat ia kirimkan kepada Boseman untuk dibaca. Namun, kondisi kesehatan sang aktor kala itu sudah terlalu parah.
“Ia terlalu sakit. Ada di titik di mana hal itu tidak mungkin dilakukan,” ungkap Coogler, menggambarkan kondisi Boseman di akhir hidupnya.
Sutradara tersebut juga mengaku hubungan pribadinya dengan Boseman meninggalkan kesan mendalam. Ia baru menyadari betapa besar arti hubungan mereka bagi Boseman setelah sang aktor wafat. “Saya mencurahkan begitu banyak ke dalam versi film itu karena saya merasa sudah mengenal Chadwick sebagai aktor. Saya tahu saya baru menyentuh sebagian kecil dari kemampuannya,” kata Coogler.
Penghormatan Lewat Wakanda Forever
Setelah wafatnya Boseman, Marvel Studios merilis Black Panther: Wakanda Forever pada 2022. Film ini mengambil arah cerita yang berbeda, secara langsung mengangkat tema kehilangan dan duka atas kematian T’Challa, menjadi sebuah penghormatan emosional bagi Boseman.
Wakanda Forever mendapat sambutan positif dari kritikus dan penonton, dinilai menonjol karena atmosfernya yang dewasa dan fokus pada kesedihan serta warisan yang ditinggalkan seseorang.
Selain perannya sebagai Black Panther, Boseman juga dikenal lewat aktingnya yang memukau dalam film-film seperti Da 5 Bloods, Get On Up, serta Ma Rainey’s Black Bottom, yang mengantarkannya pada nominasi Oscar secara anumerta.
Dalam perkembangan lain, Coogler juga mengonfirmasi bahwa aktor legendaris Denzel Washington akan bergabung dalam Black Panther 3, yang direncanakan tayang pada Februari 2028.