Sal Priadi Klarifikasi Foto dengan Sitok Srengenge: “Sikap Saya Jelas, Enggak Membela”
Musisi Sal Priadi menjadi sorotan publik setelah foto dirinya bersama sastrawan Sitok Srengenge beredar luas di media sosial. Unggahan tersebut menuai kritik tajam dari warganet mengingat Sitok Srengenge pernah terseret kasus dugaan kekerasan seksual yang menjadi perbincangan pada 2013.
Sal Priadi Beri Klarifikasi
Menanggapi kegaduhan yang muncul, Sal Priadi segera menyampaikan klarifikasi melalui akun X pribadinya. Ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut tidak memiliki maksud tertentu dan terjadi semata dalam konteks pertemanan.
Sal menjelaskan, kehadirannya di lokasi tersebut karena menjalin hubungan pertemanan dengan anak Sitok Srengenge, Laore Siwi Mentari. “Ngasih konteks doang. Saya main ke rumah anaknya, masuk rumahnya ada bapak dan ibunya, ngobrol selayaknya tamu, lalu diajak foto,” tulis Sal dalam cuitannya di X, dikutip pada Jumat, 2 Januari 2025.
Ia menambahkan, foto itu diambil secara spontan dalam suasana santai sebagai bentuk sopan santun kepada tuan rumah. Namun, Sal menyadari bahwa unggahan tersebut ternyata menimbulkan luka bagi para penyintas kekerasan seksual.
Tegaskan Tak Membela Sitok Srengenge
Sal Priadi pun menyampaikan sikap tegas bahwa dirinya tidak membela Sitok Srengenge dalam perkara hukum apa pun. “Mengetahui hal yang beredar, ternyata sudah jadi urusan hukum. Sikap saya jelas, saya enggak membela. Kalau ada pihak yang melintir, itu urusan dia dengan apa pun yang dia inginkan soal ini,” tegas Sal.
Ia juga menegaskan keberpihakannya pada korban dan keadilan. Sal berjanji akan lebih berhati-hati ke depannya, khususnya dalam menerima ajakan berfoto, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di ruang publik. “Menurut saya sudah jelas, dia j****. Saya akan lebih bijak menerima ajakan foto,” ujar Sal.
Latar Belakang Kasus Sitok Srengenge
Sebagai informasi, Sitok Srengenge pernah terlibat dalam dugaan kekerasan seksual pada akhir 2013. Seorang mahasiswi Universitas Indonesia berinisial RW melaporkan Sitok ke Polda Metro Jaya atas dugaan perbuatan tidak menyenangkan yang disebut berujung pada kehamilan.
Korban menyebut dugaan peristiwa tersebut terjadi di sebuah rumah kos di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, dengan unsur pemaksaan dan tipu muslihat. Kasus ini menjadi sorotan luas karena melibatkan figur sastrawan yang cukup dikenal di Indonesia.
Pada 2014, Sitok Srengenge sempat ditetapkan sebagai tersangka. Namun, hingga kini proses hukum tersebut tidak pernah berujung pada putusan pengadilan yang memberikan kepastian hukum bagi korban.