Teknologi

Samsung Pamer AI OLED Bot di CES 2026: Robot Asisten Kampus Berlayar OLED Mirip Wall-E

Samsung Display, divisi yang berfokus pada pengembangan panel layar, memperkenalkan konsep robot futuristik bernama AI OLED Bot dalam pameran teknologi CES 2026. Robot ini menarik perhatian karena desainnya yang minimalis dengan “wajah” layar OLED 13,4 inci, mengingatkan pada karakter Wall-E dari film animasi tahun 2008.

AI OLED Bot hadir sebagai bagian dari visi Samsung mengenai gaya hidup masa depan yang mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi layar OLED. Desainnya mengusung perpaduan warna hitam dan putih, bodi silinder, lengan minimalis, serta basis roda yang tersembunyi. Proporsi tubuhnya ringkas dan membulat, tidak tinggi atau menjulang.

Layar OLED berukuran 13,4 inci menjadi medium utama interaksi antara manusia dan AI pada robot konsep ini. Dalam ilustrasi yang dipamerkan, layar tersebut menampilkan antarmuka percakapan chatbot serta pemberitahuan penting seperti jadwal harian.

Samsung Display mengilustrasikan AI OLED Bot sebagai asisten pengajar di lingkungan kampus. Robot ini dirancang untuk membantu mahasiswa dengan menunjukkan lokasi ruang kelas, menampilkan profil dosen, hingga menyampaikan informasi akademik seperti tugas kuliah atau pembatalan kelas secara visual.

Penggunaan tampilan visual ini dinilai sangat berguna, terutama di lingkungan yang ramai seperti lorong kampus atau ruang kelas, di mana perintah suara mungkin kurang efektif. Melalui AI OLED Bot, Samsung Display juga menekankan keunggulan panel OLED dibandingkan LCD, khususnya dalam hal fleksibilitas desain. Panel OLED dapat dibentuk melengkung, bulat, bahkan menyerupai bola, memberikan kebebasan desain yang lebih luas untuk perangkat berbasis AI.

Bukan Robot Konsep Pertama Samsung

AI OLED Bot bukanlah robot konsep pertama yang diperkenalkan oleh Samsung. Sebelumnya, perusahaan ini telah beberapa kali memamerkan Ballie, robot asisten rumah tangga berbentuk bola.

Ballie pertama kali diperkenalkan pada ajang CES 2020, dan empat tahun kemudian, di CES 2024, Samsung menghadirkan versi Ballie baru dengan peningkatan berbasis kecerdasan buatan. Robot ini dirancang untuk datang saat dipanggil melalui isyarat, mampu memproyeksikan gambar dan video ke dinding, serta membantu memeriksa hewan peliharaan dengan mengirimkan foto kepada pengguna.

Meskipun demikian, baik Ballie maupun AI OLED Bot hingga saat ini masih berupa produk konsep. Keduanya belum akan dirilis secara luas untuk konsumen.

Konsep Layar OLED Lainnya

Di area pameran bertajuk “AI Edge Vision Station” pada CES 2026 di Las Vegas, Samsung juga menghadirkan sejumlah perangkat eksperimental lain yang menggabungkan OLED dengan kecerdasan buatan. Konsep-konsep ini hadir dalam bentuk yang berbeda dari gadget mainstream seperti laptop, tablet, atau ponsel.

Salah satunya adalah AI OLED Cassette, sebuah perangkat konsep yang terinspirasi dari pemutar kaset klasik. Meski menyerupai kaset tape, perangkat ini dibekali dua layar OLED bulat berukuran 1,5 inci. Samsung menyebut konsep ini sebagai eksplorasi untuk “menghidupkan kembali” desain retro dengan sentuhan teknologi layar modern.

Selain itu, terdapat pula AI OLED Turntable, sebuah konsep pemutar piringan hitam yang sepenuhnya menggantikan piringan vinyl dengan layar OLED bulat berukuran 13,4 inci. Dalam desain ini, seluruh komponen mekanis khas turntable, seperti tonearm, anti-skate, dan counterweight, dihilangkan. Yang tersisa hanyalah siluet turntable klasik yang dipadukan dengan layar OLED sebagai medium visual utama, sebagaimana dihimpun dari Samsung Display Newsroom.