Hiburan

Sara Wijayanto Tak Akan Cari Pengganti Gary Iskak di DMS: Dia Mawar Ketujuh untuk Selamanya

Sara Wijayanto, kreator konten di balik kanal horor populer Diary Misteri Sara (DMS), menegaskan komitmennya untuk tidak mencari pengganti mendiang Gary Iskak. Bagi Sara, Gary bukan sekadar rekan kerja, melainkan pelengkap yang selama ini dinanti oleh tim DMS.

Sebutan “Mawar” yang biasa disematkan Sara untuk anggota timnya, kini resmi ditutup pada angka tujuh. Sara mengungkapkan bahwa kehadiran Gary memberikan rasa kecocokan yang instan bagi seluruh tim sejak awal bergabung.

Mawar Ketujuh dan Angka Keberuntungan

Sara mengenang momen saat Gary pertama kali masuk ke dalam lingkaran DMS. Ia merasa aktor tersebut adalah kepingan puzzle yang hilang. “Kayak ngeklik, ini yang selama ini kita tunggu,” ujar Sara saat ditemui di Comic8 Revolution.

Keputusan menyematkan gelar khusus bagi Gary pun lahir dari rasa kekeluargaan tersebut. “Makanya kita bilang, dia Mawar ketujuh,” tambah Sara. Hal ini ternyata memiliki makna mendalam bagi keluarga Gary.

Istri mendiang Gary Iskak, Rischa Novisha, menyebut bahwa pemilihan angka tujuh terasa seperti sebuah pertanda. Menurutnya, tujuh adalah angka yang sangat istimewa bagi sang suami semasa hidupnya.

“Pas banget his lucky number,” kata Rischa menanggapi sebutan tersebut. Ia menambahkan betapa Gary sangat menyukai angka tersebut, “Itu tujuh lucky number dia. Dia suka banget angka tujuh.”

Proyek Film ‘Rumah 78’ Jadi Kenangan Terakhir

Sebelum mengembuskan napas terakhir, Gary Iskak sempat menyelesaikan sebuah proyek film vertikal bertajuk ‘Rumah 78’. Karya ini menjadi kolaborasi pertama sekaligus terakhir Gary bersama tim DMS. Sara menceritakan bagaimana awal mula ia mengajak Gary terlibat dalam proyek tersebut.

“Mas Gary itu baru gabung di DMS, dia anggota ketujuh,” tutur Sara dalam tayangan di Taulany TV. Ia mengisahkan kesulitan mencari pemeran pria hingga akhirnya melihat sosok Gary di lokasi syuting DMS.

“Aku ada proyek film, kita nyari pemain laki-laki, semuanya enggak ada. Pas di lokasi syuting DMS, aku lihat mas Gary, aku tanya dia langsung ‘mas Gary mau enggak main Rumah 78, cerita aku?'” kenang Sara. Gary pun langsung menyetujui ajakan tersebut setelah mendengar premis ceritanya. “Kita bener-bener terakhir syuting film itu,” imbuhnya.

Komitmen ‘Tujuh untuk Selamanya’

Kepergian Gary Iskak meninggalkan lubang besar di hati tim DMS. Namun, alih-alih mencari wajah baru untuk mengisi kekosongan, Sara memilih untuk mengabadikan formasi terakhir mereka. Ia memastikan tidak akan ada anggota kedelapan dalam tim inti DMS.

“Sekarang hastag kita tujuh untuk selamanya,” tegas Sara. Ia menjelaskan bahwa formasi DMS kini telah final, meski tidak menutup kemungkinan untuk bekerja sama dengan pihak luar di masa mendatang.

“Kita tidak akan nambah personel lagi. Kalau ada (personel) ya konteksnya kolaborasi,” jelas Sara mengenai masa depan kanal horornya tersebut.

Gary Iskak meninggal dunia pada Sabtu (29/11/2025) dini hari akibat kecelakaan tunggal di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Motor yang dikendarainya diduga hilang kendali dan menabrak pohon. Meski sempat dilarikan ke RSPPN Soedirman, nyawa sang aktor tidak tertolong.