Hiburan

Slank Rilis ‘Republik Fufufafa’, Kritik Tajam Kondisi Negeri dari Kekuasaan hingga Stunting

Grup rock legendaris Slank kembali menarik perhatian publik dengan lagu terbarunya, “Republik Fufufafa“. Dirilis bertepatan dengan ulang tahun Slank ke-42, lagu ini dengan cepat menjadi perbincangan di media sosial karena liriknya yang memuat kritik sosial tajam terhadap berbagai persoalan di Indonesia.

Lagu “Republik Fufufafa” secara lugas menyoroti kekacauan sosial, penyalahgunaan kekuasaan, hingga masalah-masalah fundamental seperti narkoba, perjudian, stunting, gizi buruk, dan kualitas pendidikan. Slank memilih pendekatan frontal untuk menyampaikan keresahan mereka, sebagaimana tercermin dalam lirik berikut:

Aku lahir di negri kacau balau
Orang-orangnya pada sakau sakau
Sakau kuasa sakau narkoba
Sakau oiui ooai dan sakau berjudi

Fufufafa republik
Fufufafa republik
Fufufafa republik
Fufufafa Republik fufufafa

Negri stunting dan kurang gizi
IQ rata-rata setara dengan monkey
Pada gak sopan juga kurang ajar
Pada sok tahu dan juga belagu

Fufufafa republik
Fufufafa republik
Fufufafa republik
Fufufafa Republik fufufafa

Fufufafa republik
Fufufafa republik
Fufufafa republik
Fufufafa Republik fufufafa

Fufufafa republik
Fufufafa republik
Fufufafa republik
Fufufafa Republik uu a uu a uu a au

Makna di Balik Lirik “Republik Fufufafa”

Dalam liriknya, Slank menggunakan metafora dan bahasa yang terkesan kasar sebagai bentuk protes. Penyebutan kondisi negara yang “kacau balau” dan masyarakat yang “sakau” tidak dimaksudkan secara harfiah, melainkan sebagai simbol ketergantungan pada kekuasaan, narkoba, perjudian, dan gaya hidup yang dianggap merusak tatanan sosial.

Frasa “fufufafa” sendiri diinterpretasikan sebagai ungkapan ejekan. Ini menegaskan absurditas situasi yang dikritik oleh Bimbim, Kaka, Ivanka, Ridho, dan Abdee. Ungkapan tersebut menjadi penekanan atas kekecewaan mereka terhadap kondisi yang ada.

Bagian lain dari lagu ini secara spesifik menyoroti persoalan stunting, gizi buruk, dan rendahnya kualitas pendidikan. Penyebutan tingkat kecerdasan yang disandingkan dengan hewan, misalnya, merupakan bentuk hiperbola. Ini bertujuan untuk menekankan kekecewaan pencipta lagu terhadap stagnasi kondisi sosial dan intelektual masyarakat.

Lagu ini juga mengkritik sikap masyarakat yang digambarkan kurang beretika, sok tahu, dan arogan. Hal ini menjadi cerminan kritik terhadap budaya diskusi publik yang dinilai tidak sehat dan cenderung merusak.

Secara keseluruhan, “Republik Fufufafa” dapat dipahami sebagai lagu protes yang menempatkan musik sebagai medium kritik politik dan sosial. Alih-alih menyampaikan pesan secara halus, Slank memilih pendekatan yang frontal, kasar, dan absurd untuk memancing reaksi serta kesadaran pendengar.