Teknologi

Teknologi Layar Oppo A6x: Kenapa Air Tidak Mengganggu Touchscreen?

Foto: Layar Oppo A6X Tahan Air
Foto: Layar Oppo A6X Tahan Air

Pernahkah Anda mengalami situasi menyebalkan saat sedang menunggu ojek online di pinggir jalan, tiba-tiba hujan turun, dan layar HP Anda mulai “menggila”? Anda ingin memencet “Chat”, tapi layar justru membuka peta atau mengetik huruf acak.

Fenomena ini disebut ghost touch, musuh utama layar sentuh kapasitif saat bertemu air. Namun, bagi pengguna Oppo A6x yang baru saja meramaikan pasar entry-level di akhir tahun 2025 ini, masalah tersebut tampaknya sudah menjadi sejarah.

Oppo A6x hadir dengan fitur unggulan bernama Splash Touch. Bukan sekadar jargon pemasaran, fitur ini menjawab pertanyaan besar, bagaimana sebuah layar bisa tetap responsif dan akurat di bawah guyuran hujan atau saat jari basah oleh keringat?

Jawabannya bukan pada kaca pelindung semata, melainkan pada kecerdasan buatan dan algoritma di balik panel layar tersebut.

Masalah Utama: Air Juga Menghantar Listrik

Untuk memahami kehebatan Splash Touch, kita harus paham dulu kenapa layar HP biasa “bodoh” saat terkena air. Mayoritas smartphone modern menggunakan layar Capacitive Touchscreen.

Layar ini bekerja dengan mendeteksi perubahan arus listrik statis di permukaan kaca. Tubuh manusia (jari Anda) adalah konduktor listrik yang baik.

Saat Anda menyentuh layar, jari Anda menyerap sedikit muatan listrik, dan sensor di balik layar mendeteksi lokasi perubahan tersebut sebagai “sentuhan”.

Masalahnya, air (terutama air hujan yang tidak murni) juga merupakan konduktor listrik. Bagi sensor layar biasa, tetesan air hujan terlihat “mirip” dengan ujung jari Anda. Akibatnya, ketika layar basah, sensor bingung membedakan mana jari pengguna dan mana air. Inilah yang menyebabkan layar melompat-lompat atau tidak merespons sama sekali.

Solusi Cerdas: Algoritma Deteksi Khusus

Foto: OPPO A6X masih bisa scroll ketika layar terkena air.
Foto: OPPO A6X masih bisa scroll ketika layar terkena air.

Di sinilah teknologi Splash Touch pada Oppo A6x bekerja. Fitur ini tidak mengubah hukum fisika, tetapi “mengajarkan” HP untuk lebih pintar memilah data. Teknologi ini terletak pada Touch IC (Integrated Circuit) atau chip pengendali layar yang telah ditanamkan algoritma deteksi canggih.

Baca juga Bocoran Harga OPPO A6x: Mulai 2 Jutaan Dapat Layar 120Hz & Baterai Badak

Secara sederhana, cara kerjanya dapat dibagi menjadi dua proses utama:

  • Analisis Pola Sentuhan: Algoritma Splash Touch mampu membedakan “tanda tangan” elektrik antara jari dan air. Jari manusia memberikan tekanan dan area sentuh yang spesifik serta konstan, sementara air cenderung menyebar atau memberikan sinyal yang statis namun tidak teratur.
  • Prioritas Sinyal: Chipset layar akan memblokir sinyal gangguan dari air dan memprioritaskan sinyal dari jari. Ibarat seorang penjaga pintu di konser yang bising, sistem ini tahu mana suara teman bicara (jari) dan mana suara bising latar belakang (hujan).

Catatan Penting: Teknologi ini berbeda dengan “Waterproof”. Splash Touch memastikan layar bisa dipakai saat basah, sedangkan rating IP (seperti IP54 pada Oppo A6x) memastikan mesin HP tidak rusak kemasukan air.

Relevansi di Iklim Tropis

Kehadiran fitur ini di kelas harga terjangkau seperti Oppo A6x sangat krusial bagi pasar Indonesia. Mengingat curah hujan yang tinggi di akhir tahun 2025, kemampuan mengoperasikan HP dengan tangan basah bukan lagi fitur mewah, melainkan kebutuhan dasar. Baik untuk membalas pesan darurat saat kehujanan, mengganti lagu saat mencuci piring, atau bagi para pengemudi ojek daring yang harus tetap mengoperasikan GPS di tengah gerimis.

Dengan kombinasi kecerahan layar tinggi dan sensitivitas yang adaptif, Oppo A6x membuktikan bahwa inovasi tidak harus selalu tentang prosesor tercepat, tetapi tentang fitur yang memecahkan masalah nyata sehari-hari.