Manga

Terungkap! 8 Sosok di One Piece dengan Harga Buronan Fantastis Tanpa Status Bajak Laut

Dalam semesta One Piece, harga buronan atau bounty seringkali menjadi indikator kekuatan dan ancaman seseorang terhadap Pemerintah Dunia. Umumnya, angka fantastis ini disematkan pada para bajak laut yang melakukan pembajakan atau menciptakan kekacauan di lautan. Namun, tak semua individu dengan label buronan adalah seorang bajak laut. Ada sejumlah karakter yang, meski bukan atau belum menjadi bajak laut, memiliki harga kepala yang sangat tinggi.

Siapa saja mereka yang diburu Pemerintah Dunia tanpa menyandang status bajak laut? Berikut adalah delapan karakter menarik dari dunia One Piece:

1. Nico Robin Kecil

Sebelum bergabung dengan kru Topi Jerami dan menjadi bajak laut, Nico Robin telah memiliki harga buronan sejak ia masih kecil. Bounty-nya bukan karena aktivitas bajak laut, melainkan karena ia difitnah sebagai ‘anak iblis dari Ohara’ yang selamat dan dituduh berniat menggunakan Senjata Kuno untuk menghancurkan dunia. Statusnya sebagai penyintas Ohara dan kemampuannya membaca Poneglyph menjadi alasan utama perburuannya.

2. Monkey D. Dragon

Pemimpin Pasukan Revolusi ini bukanlah seorang bajak laut, melainkan musuh bebuyutan langsung Pemerintah Dunia. Karena tindakannya yang secara terang-terangan menentang otoritas global, Dragon dijuluki sebagai ‘pria paling dicari di dunia’ oleh Pemerintah Dunia itu sendiri. Meskipun harga buronannya belum diketahui secara pasti, banyak teori menyebutkan bahwa bounty-nya bisa melampaui para Yonko karena posisinya sebagai musuh langsung Imu dan Pemerintah Dunia.

3. Sabo

Sebagai tangan kanan Monkey D. Dragon dan anggota kunci Pasukan Revolusi, Sabo memiliki harga buronan terbesar kedua setelah Dragon di antara anggota Pasukan Revolusi yang diketahui. Ia jelas bukan bajak laut. Bahkan sebelum invasinya ke Mary Geoise, Sabo sudah memiliki bounty. Setelah menyusup ke Mary Geoise, menyaksikan Imu, menolong Kuma, dan difitnah sebagai pembunuh Raja Cobra, harga buronannya saat ini diperkirakan mencapai setidaknya 600 juta Berry. Ini menunjukkan betapa berbahayanya Sabo di mata Pemerintah Dunia.

4. Loki

Loki adalah karakter raksasa dengan harga buronan yang sangat tinggi, mencapai 2,6 miliar Berry. Yang menarik, ia bukan seorang bajak laut dan bahkan pernah dipenjara di negaranya sendiri selama enam tahun. Pemerintah Dunia mengategorikannya sebagai buronan ‘Spesial’ untuk alasan spesifik yang masih misterius, kemungkinan terkait dengan Buah Iblis yang dimilikinya. Statusnya sebagai non-bajak laut dengan bounty sebesar itu menjadikannya salah satu kasus unik.

5. Yeti Cool Bersaudara

Dua raksasa pembunuh bayaran ini berasal dari ras raksasa yang belum teridentifikasi. Mereka dipekerjakan oleh Caesar Clown untuk menjaga Punk Hazard. Masing-masing dari mereka memiliki harga buronan sebesar 20 juta Berry. Keduanya dikenal sebagai kriminal bayaran dan bukan merupakan bagian dari kru bajak laut mana pun.

6. Kelly Funk dan Bobby Funk

Kakak beradik Funk ini adalah pembunuh bayaran dari Kerajaan Mogaro. Keduanya memiliki harga buronan atas tindakan kriminal mereka, bukan karena menjadi bajak laut. Kelly Funk memiliki bounty 57 juta Berry, sementara Bobby Funk diburu dengan harga 36 juta Berry. Mereka menunjukkan bahwa kejahatan di luar pembajakan juga bisa menarik perhatian Pemerintah Dunia.

7. Nico Olvia

Ibu dari Nico Robin ini memiliki harga buronan yang cukup besar, yaitu 79 juta Berry, meskipun ia bukan seorang bajak laut dan tidak terlibat dalam kriminalitas besar. ‘Tindakan kriminal’ yang membuatnya diburu adalah meneliti Poneglyph bersama kru arkeologinya, sebuah aktivitas yang secara tegas dilarang oleh Pemerintah Dunia. Ia telah melakukan penelitian ini jauh sebelum Ohara dihancurkan oleh Buster Call.

8. Higuma

Higuma mungkin memiliki harga buronan terkecil dalam daftar ini, hanya 8 juta Berry. Namun, ia adalah karakter pertama yang diperlihatkan memiliki bounty. Ia bukan bajak laut, melainkan seorang bandit gunung dari East Blue. Di era dan lokasi tersebut, harga buronan Higuma sudah dianggap cukup besar untuk seorang non-bajak laut. Sebagai perbandingan, harga buronan Dadan, bandit gunung lainnya, adalah 7,8 juta Berry.

Daftar ini menunjukkan bahwa ancaman terhadap Pemerintah Dunia tidak hanya datang dari bajak laut. Individu-individu dengan ideologi berbeda, kemampuan unik, atau pengetahuan terlarang juga bisa menjadi target utama dengan harga kepala yang fantastis.