Tompi Tegaskan Kondisi Mata Gibran adalah Ptosis, Kritik Materi Pandji Pragiwaksono
Penyanyi sekaligus dokter bedah plastik, Tompi, melayangkan kritik terhadap salah satu materi stand-up comedy Pandji Pragiwaksono dalam pertunjukan spesial Mens Rea. Kritik tersebut disampaikan Tompi melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @dr_tompi, menanggapi guyonan Pandji yang membahas kondisi fisik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dalam pertunjukan Mens Rea yang belum lama dirilis di Netflix, Pandji sempat menyinggung alasan pemilih dalam menentukan pemimpin berdasarkan fisik. Ia kemudian melontarkan bit mengenai mata Gibran yang terlihat sayu.
“Ada yang milih pemimpin berdasarkan tampang, banyak. Ganjar ganteng ya. Anies manis ya. Prabowo gemoy ya. Atau Wakil Presidennya, Gibran ngantuk ya. Salah nada salah nada, maaf, Gibran ngantuk ya? Nah gitu nadanya. Gibran ngantuk ya? Kayak orang ngantuk ya dia,” ucap Pandji dalam materi komedinya tersebut.
Menanggapi hal itu, Tompi menilai bahwa menertawakan kondisi fisik seseorang bukanlah bentuk kritik yang cerdas. Ia pun memberikan penjelasan medis terkait kondisi mata yang disebut “mengantuk” tersebut.
“Apa yang terlihat ‘mengantuk’ pada mata, dalam dunia medis dikenal sebagai PTOSIS, suatu kondisi anatomis yang bisa bersifat bawaan, fungsional, atau medis, dan sama sekali BUKAN BAHAN LELUCON,” tulis Tompi.
Pelantun lagu “Menghujam Jantungku” ini menegaskan bahwa kritik, satire, maupun humor adalah hal yang sah dalam demokrasi. Namun, ia menyayangkan jika hal tersebut menyasar kondisi tubuh yang tidak bisa dipilih oleh pemiliknya.
“Merendahkan kondisi tubuh seseorang bukanlah kecerdasan, melainkan kemalasan berpikir,” lanjutnya. Tompi juga mengajak publik untuk menaikkan standar diskusi dengan lebih mengkritisi gagasan dan kebijakan, ketimbang menyerang fisik.
“Mari naikkan standar diskusi publik kita: kritisi gagasan, kebijakan, dan tindakan, bukan fisik yang tidak pernah dipilih oleh pemiliknya. Karena martabat manusia seharusnya tidak menjadi punchline,” tegas Tompi.
Meskipun memberikan kritik tajam pada bagian tersebut, Tompi mengakui bahwa ia telah menonton pertunjukan Mens Rea di Netflix dan memuji materi Pandji secara keseluruhan. “Btw saya nonton show -nya di Netflix, keren kok materinya. BANYAK BENERnya,” tambah Tompi.
Unggahan Tompi tersebut mendapat respons dari Pandji Pragiwaksono. Melalui kolom komentar, Pandji tampak menerima masukan tersebut dengan lapang dada. “Keren Tom. Terima kasih koreksinya,” tulis Pandji singkat.
Sebagai informasi, pertunjukan spesial Mens Rea merupakan tur stand-up comedy Pandji Pragiwaksono yang digelar di 10 kota sepanjang tahun 2025. Puncak dari tur ini adalah pertunjukan di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, yang disebut-sebut sebagai pertunjukan komedi tunggal terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas hingga 10.000 penonton. Pertunjukan tersebut kini sudah dapat disaksikan secara utuh di Netflix.