Tompi Tegaskan Pertemuan dengan Wapres Gibran Bukan untuk Cari Jabatan, Ini Fokus Pembahasannya
Penyanyi sekaligus dokter bedah plastik, Tompi, menegaskan bahwa pertemuannya dengan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka baru-baru ini bukan dalam rangka mencari posisi jabatan. Klarifikasi tersebut disampaikan Tompi melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya pada Selasa (6/1/2026), setelah momen pertemuannya bersama sejumlah figur publik lain seperti Melaney Ricardo dan Iko Uwais menjadi sorotan.
“Biar enggak keterusan bercandanya, saya kemarin ketemu wapres bukan dalam rangka nyari posisi jabatan atau jilat-jilatan,” tulis Tompi dalam keterangan video yang ia unggah.
Fokus Pembahasan Bantuan Banjir di Sumatra
Tompi menjelaskan, inti dari pertemuan tersebut adalah untuk membahas kelanjutan bantuan bagi wilayah-wilayah yang terdampak banjir di Sumatra. Ia bersama rekan-rekannya berdiskusi dengan Gibran mengenai upaya pemulihan di Sumatera Utara, Aceh, dan Padang.
“Jadi saya bersama teman-teman ngobrol bersama Pak Wapres untuk membicarakan bantuan lanjutan di Sumatera Utara, Aceh, dan Padang,” kata Tompi dalam video tersebut.
Diskusi tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari program yang sudah berjalan, kondisi terkini di lapangan, kendala yang dihadapi, hingga rencana program ke depan. Tujuannya adalah untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal, termasuk upaya menumbuhkan kembali perekonomian di daerah terdampak.
“Kita membahas program ke depannya seperti apa, karena tentu butuh banyak hal yang harus disupport untuk perbaikan di sana. Apa yang sudah berjalan, bagaimana kondisi di lapangan, kendalanya di mana, dan program ke depan sampai pemulihan serta upaya-upaya yang diharapkan bisa menumbuhkan perekonomian di sana,” tambah pelantun lagu “Menghujam Jantungku” itu.
Masukan untuk Koordinasi dan Program Ramadhan
Selain membahas program pemulihan ekonomi, Tompi dan rekan-rekannya juga memberikan sejumlah masukan kepada Wakil Presiden. Masukan tersebut bertujuan untuk mempercepat proses agar bantuan dapat terkoordinasi dengan lebih baik dan jelas.
“Kami memberikan masukan untuk percepatan agar bantuan bisa lebih terkoordinasi dan jelas,” ungkap Tompi.
Tak hanya itu, mereka juga menyumbangkan ide terkait program bantuan menjelang bulan Ramadhan. Hal ini penting agar warga di daerah terdampak tetap dapat menjalankan ibadah dengan layak.
“Kami juga memberi masukan untuk program di bulan Ramadhan supaya warga di sana tetap bisa beribadah, seperti bantuan dapur umum dan sejenisnya untuk membantu buka puasa dan sahur,” tutup Tompi.