Manga

Tsurugi Okkotsu, Cucu Kesayangan Maki: Perjalanan Penyihir Tanpa Teknik Kutukan di JJK Modulo

Keluarga Okkotsu, yang dikenal memiliki keturunan penyihir berbakat, juga memiliki satu anggota yang justru tidak diberkahi teknik kutukan sama sekali: Tsurugi. Meski demikian, ia berhasil menjalani kehidupannya dengan baik dan bahkan menjelma menjadi salah satu penyihir berbakat, mengandalkan keahliannya dalam menggunakan senjata kutukan.

Bagaimana perjalanan perkembangan karakter Tsurugi Okkotsu dari masa kecil hingga menjadi penyihir tangguh di dunia Jujutsu Kaisen Modulo? Berikut adalah ulasan lengkapnya.

Terlahir dengan Heavenly Restriction, Tsurugi Dekat dengan Neneknya

Berbeda dengan Yuka yang mewarisi bakat dan teknik Ten Shadows dari kakeknya di klan Zenin, Tsurugi tidak dianugerahi kekuatan yang berkaitan dengan kutukan. Ia justru terlahir dengan kondisi yang sama seperti sang nenek, Maki, yakni terikat Heavenly Restriction sejak lahir.

Kondisi ini menyebabkan Tsurugi hanya memiliki sedikit energi kutukan, sehingga ia harus mengandalkan senjata terkutuk untuk melawan makhluk kutukan jahat, persis seperti yang pernah dialami Maki di masa mudanya.

Meskipun demikian, Tsurugi tidak pernah diperlakukan sebagai orang buangan. Ia tetap memperoleh pendidikan yang layak serta pelatihan langsung dari Maki, khususnya dalam menggunakan pedang. Kesamaan nasib dan kebiasaannya menghabiskan banyak waktu bersama sang nenek membuat Tsurugi tumbuh jauh lebih dekat dengan Maki dibandingkan anggota keluarga lainnya.

Dipercaya Klan Gojo Memegang Cincin Rika Usai Kematian Yuta

Sebelum meninggal dunia, Yuta sempat menunjuk Yuka secara langsung sebagai pewaris cincin Rika. Namun, klan Gojo memiliki pandangan berbeda dan justru menetapkan Tsurugi sebagai pewaris baru cincin tersebut.

Keputusan ini terasa janggal, mengingat Tsurugi sama sekali tidak membutuhkan cincin Rika. Dengan kondisi Heavenly Restriction yang mengikatnya sejak lahir, ia bahkan tidak memiliki cara untuk mengakses kekuatan yang tersimpan dalam cincin peninggalan kekasih kakeknya itu.

Situasi inilah yang kemudian memicu rivalitas antara kakak dan adik tersebut. Yuka kerap menantang Tsurugi bertarung, meski hampir selalu berakhir dengan dirinya dihajar habis-habisan.

Meski demikian, Tsurugi tetap menerima keputusan klan dengan lapang dada. Ia bahkan menyimpan harapan agar suatu hari nanti Yuka mampu membuktikan kelayakannya dan merebut kembali cincin warisan sang kakek.

Menjadi Penyihir Tangguh dengan Katana Berapi Honoyagi

Berkat pelatihan keras dari sang nenek, Tsurugi tumbuh menjadi petarung tangguh meskipun tanpa energi kutukan. Heavenly Restriction yang mengikatnya sejak lahir justru mengasah fisik dan insting tempurnya ke tingkat ekstrem, membuatnya efektif melawan kutukan lewat kekuatan murni.

Untuk menutupi ketiadaan teknik kutukan, ia menggunakan katana khusus bernama Honoyagi. Pedang terkutuk ini bilahnya terselimuti api saat ditarik, memungkinkannya melukai para kutukan. Gaya bertarungnya menjadi cepat, brutal, dan efisien dalam jarak dekat.

Berkat kemampuannya, Tsurugi kerap dipercaya pemerintah untuk menangani kasus-kasus dunia jujutsu. Ia sering diturunkan bersama Yuka saat menjalankan misi khusus di bawah pengawasan Maru, inspektur dari suku Rumel.

Persahabatan dengan Maru Berakhir dalam Insiden Cross

Pada awalnya, Tsurugi dan Yuka menganggap Maru tak lebih dari pemuda kikuk yang kebetulan terseret ke dalam urusan dunia jujutsu. Kehadirannya terasa canggung, bahkan merepotkan.

Namun, seiring waktu berjalan, pandangan itu perlahan berubah. Maru berkali-kali membantu mereka menyelesaikan misi, bahkan rela melanggar kontrak antara pemerintah Jepang dan suku Rumel demi menyelamatkan nyawa orang lain. Dari situlah, Tsurugi dan Yuka mulai menerima Maru, begitu pula Cross, sebagai rekan sekaligus sahabat yang benar-benar mereka percayai.

Sayangnya, tragedi di Tokyo menjadi titik balik yang merobek habis hubungan tersebut. Kematian Cross dan kondisi Yuka yang sakit-sakitan saat menghadapi Dabla membuat segalanya runtuh dalam sekejap.

Dalam bab terbarunya, konflik ini diperjelas sebagai benturan dua kepentingan yang tak lagi bisa didamaikan. Tsurugi memilih berdiri di sisi adiknya, sementara Maru terikat pada tanggung jawab dan masa depan sukunya. Perbedaan sikap itu berubah menjadi jurang, dan persahabatan yang pernah terjalin kini berganti menjadi permusuhan, di mana keduanya tak lagi ragu untuk saling menyilangkan pedang demi keyakinan masing-masing.

Demikianlah ulasan mengenai perkembangan karakter Tsurugi Okkotsu, penyihir dengan warisan Heavenly Restriction di Jujutsu Kaisen Modulo.