Hiburan

Venna Melinda Ungkap Kronologi Meninggalnya Sang Ayah hingga Penyesalan Tak Penuhi Ajakan Kumpul Keluarga

Suasana duka menyelimuti keluarga artis sekaligus politisi Venna Melinda. Sang ayah, Jimmy Rekartono, mengembuskan napas terakhirnya pada Selasa (6/1/2026) dan telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut, Jakarta Selatan. Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh keluarga serta kerabat terdekat.

Kronologi Penemuan di Grand Wijaya

Venna membeberkan bahwa ayahnya sempat ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di sebuah tempat pijat di kawasan Grand Wijaya, Jakarta Selatan. Kabar tersebut mengejutkan Venna yang saat itu sedang berada di Bali untuk menemani putrinya berlibur.

Kepanikan sempat melanda karena Venna tidak langsung mengetahui panggilan telepon dari petugas di lokasi kejadian. Saat itu, ia sedang berada di pantai tanpa membawa ponsel. Kabar duka baru ia terima setelah kondisi sang ayah dilaporkan sudah kaku, hingga ia segera menginstruksikan pihak keluarga untuk mengirim ambulans ke lokasi penemuan.

Perjuangan Pulang dari Bali

Kepulangan ibunda Verrell Bramasta dan Athalla Naufal ini ke Jakarta tidak berjalan mulus. Mengingat masa liburan, ia sempat kesulitan mendapatkan tiket pesawat dan khawatir tidak bisa menghadiri pemakaman sang ayah secara langsung.

Venna mengaku terus menangis sepanjang perjalanan menuju hotel di Bali karena duka yang mendalam. “Dari Kuta ke hotel aku nangis sambil nyetir. Alhamdulillah ada yang bantuin dapat tiket pagi tadi supaya aku bisa ketemu Papa,” ujar Venna saat ditemui di pemakaman.

Penyesalan Mendalam Venna Melinda

Di tengah suasana haru, Venna mengungkapkan rasa sesal yang mendalam terkait ajakan sang ayah yang tidak sempat ia penuhi pada akhir tahun lalu. Sebagai anak pertama, ia merasa belum cukup meluangkan waktu bagi orang tuanya.

“Penyesalan aku itu, bulan Desember kemarin Papa minta kita sekeluarga ke Bandung. Tapi aku enggak bisa karena Vania ada lomba nyanyi,” ungkap Venna dengan nada haru. Hal tersebut menjadi beban tersendiri baginya di tengah rasa kehilangan yang besar.