Waktu Kian Mepet, Raja Charles III Beri Pangeran Harry Pilihan Sulit Demi Cucu
Raja Charles III dikabarkan telah menyampaikan ultimatum tegas kepada putra bungsunya, Pangeran Harry. Langkah ini diambil di tengah menguatnya pertanyaan publik mengenai kemungkinan kembalinya Duke of Sussex ke lingkungan keluarga kerajaan, bersama Meghan Markle dan kedua anak mereka.
Sejumlah sumber istana menyebutkan, Raja Charles yang kini berusia 77 tahun merasa waktu tidak lagi berpihak padanya. Meskipun di hadapan publik ia tetap fokus menjalankan tugas kenegaraan dan pemulihan kesehatan, secara pribadi raja disebut sangat terdampak oleh renggangnya hubungan keluarga, khususnya dengan Pangeran Harry.
Kerinduan pada Archie dan Lilibet
Kabar menggembirakan terkait pengobatan kanker yang dijalani Raja Charles baru-baru ini justru disebut memperkuat keinginannya untuk segera memperbaiki hubungan keluarga. Ia ingin kesempatan itu tidak benar-benar hilang.
Sumber-sumber dekat kerajaan menegaskan, Raja Charles sangat terganggu oleh minimnya waktu kebersamaan dengan cucu-cucunya, Archie yang kini berusia 6 tahun, dan Lilibet yang berusia 4 tahun. Keduanya tinggal di Amerika Serikat bersama Pangeran Harry dan Meghan Markle.
“Ini jauh lebih memengaruhinya daripada yang ia perlihatkan ke publik. Mereka adalah cucu-cucunya sendiri, dan ia benar-benar ingin menghabiskan waktu bersama mereka selagi masih bisa,” ujar seorang sumber kepada Radar Online.
Sumber lain menambahkan, meski Raja Charles memiliki kedekatan dengan anak-anak Pangeran William dan Kate Middleton, absennya Archie dan Lilibet dalam kehidupan sehari-hari tetap meninggalkan kesedihan mendalam baginya.
Dialog Terbuka, Sikap Tegas
Menurut laporan, pertemuan pribadi antara Raja Charles dan Pangeran Harry di Clarence House sekitar tiga bulan lalu sempat membuka kembali jalur komunikasi. Namun, upaya rekonsiliasi ini diperumit oleh sikap Meghan Markle yang dikabarkan masih bersikukuh untuk membesarkan anak-anak mereka di Amerika Serikat.
Di sisi lain, kondisi kesehatan Raja Charles menjadi faktor emosional yang kian mempertegas sikapnya. Dalam pesan rekaman untuk kampanye Stand Up To Cancer, Raja Charles secara terbuka berbicara tentang pentingnya diagnosis dini dan bagaimana hal itu mengubah perspektif hidupnya.
“Diagnosis dini benar-benar menyelamatkan nyawa,” ujar Raja Charles dalam pernyataannya kepada Channel 4. Ia juga mengungkapkan bahwa jadwal perawatan kankernya akan dikurangi memasuki tahun baru.
Meski demikian, Raja Charles tetap menjalani agenda padat, termasuk kunjungan luar negeri dan tugas kenegaraan. Ia bertekad tidak akan membiarkan penyakit membatasi perannya sebagai kepala negara.
Masa Depan Hubungan Kerajaan
Para sumber istana menyebutkan bahwa tekad Raja Charles dalam urusan keluarga sama kuatnya dengan komitmennya terhadap tugas kerajaan. Dengan kondisi kesehatan yang membaik namun tetap diselimuti ketidakpastian, Raja diyakini merasa bahwa peluang untuk membangun kembali hubungan dengan Pangeran Harry dan cucu-cucunya semakin sempit.
Kini, masa depan rekonsiliasi disebut bergantung pada langkah konkret Pangeran Harry. Bulan-bulan mendatang dinilai akan menjadi periode krusial yang menentukan apakah hubungan keluarga kerajaan dapat dipulihkan atau justru semakin menjauh.