Yuen Cheung Yan Meninggal Dunia, Sosok Pengemis Ikonik di Kung Fu Hustle dan Koreografer The Matrix
Dunia perfilman Hong Kong berduka atas kepergian Yuen Cheung Yan, aktor sekaligus koreografer laga legendaris yang mengembuskan napas terakhir pada usia 69 tahun. Kabar duka ini dikonfirmasi melalui obituari yang dirilis oleh sang istri, yang menyatakan bahwa Yuen meninggal dunia di Rumah Sakit Queen Elizabeth pada 1 Januari lalu.
Media setempat melaporkan bahwa Yuen meninggal dunia karena sakit, meski tidak ada rincian lebih lanjut mengenai penyakit yang dideritanya. Acara penghormatan terakhir dijadwalkan berlangsung di Universal Funeral Parlour pada 1 Februari mendatang, diikuti dengan prosesi pemakaman keesokan harinya.
Jejak Karier Sang Legenda ‘Klan Yuen’
Lahir di Hong Kong pada tahun 1957, Yuen Cheung Yan tumbuh dalam keluarga yang memiliki pengaruh besar dalam industri film bela diri. Ia merupakan putra dari aktor dan koreografer Yuen Siu-tien, serta saudara dari sineas ternama Yuen Woo-ping dan Yuen Shun-yi. Bersama saudara-saudaranya, mereka dikenal sebagai “Klan Yuen” yang membentuk standar baru dalam aksi layar lebar.
Yuen Cheung Yan mendirikan grup produksi “Yuen Family” bersama Yuen Woo-ping. Kolaborasi ini tidak hanya mendominasi perfilman Hong Kong, tetapi juga merambah ke Hollywood. Ia tercatat sebagai sosok di balik layar yang mengarahkan koreografi laga untuk film-film besar seperti Charlie’s Angels, Charlie’s Angels: Full Throttle, Daredevil, The Matrix Reloaded, hingga The Matrix Revolutions.
Prestasi puncaknya diakui saat ia memenangkan penghargaan Koreografi Aksi Terbaik di Hong Kong Film Awards ke-11 pada tahun 1992 lewat film Once Upon a Time in China. Selain di balik layar, ia juga membintangi sejumlah film seperti The Miracle Fighters, King of Beggars, dan Tai-Chi Master.
Ikon Pengemis di Kung Fu Hustle
Bagi penikmat film modern, wajah Yuen Cheung Yan paling melekat lewat perannya sebagai pengemis misterius dalam film Kung Fu Hustle karya Stephen Chow. Karakter tersebut menjadi ikonik karena memberikan buku rahasia bela diri kepada sang protagonis. Film ini sendiri mendapat pujian luas, bahkan sutradara James Gunn menyebutnya sebagai “sedekat mungkin dengan kesempurnaan yang bisa dicapai sebuah film.”
Sejak memulai kariernya pada 1960-an, Yuen telah memainkan peran krusial dalam membantu membentuk bahasa visual film aksi dunia. Dedikasinya selama puluhan tahun menjadikannya sosok yang sangat dihormati oleh rekan sejawat di industri hiburan.
Penghormatan dari Rekan Sejawat
Kepergian Yuen meninggalkan duka mendalam bagi sahabat dan kolega. Sutradara film Hong Kong Lee Lik Chi menyampaikan rasa belasungkawanya melalui media sosial dengan mengunggah foto-foto kenangan. “Mengenang Guru Yuen Cheung Yan,” tulis Lee singkat.
Bintang laga internasional Donnie Yen juga memberikan penghormatan emosional melalui sebuah pesan menyentuh. Ia mengenang perjalanan panjang kolaborasi mereka yang terbentang selama hampir empat dekade.
“Dari pertemuan masa muda kita di Drunken Tai Chi (1984) hingga kolaborasi terbaru kita di Sakra (2023). Saudara Cheung Yan, warisanmu bersinar di dunia perfilman karena semangatmu tetap hidup. Kami akan selalu mengenangmu. Beristirahatlah dengan tenang,” tulis Donnie Yen.